Bantuan Gempa NTT 64,4 Ton Dikirim Jatim, Target Tembus 100 Ton

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa NTT di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa NTT di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai elemen masyarakat kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 64,4 ton untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026) sore.

Bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal Dharma Rucitra VII dengan tujuan Labuan Bajo. Muatan terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana, mulai dari obat-obatan, bahan permakanan, hingga perlengkapan mandi dan kebutuhan hygiene.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengiriman bantuan merupakan bentuk solidaritas sekaligus semangat persaudaraan dan kegotongroyongan antardaerah.

Menurut Khofifah, bantuan yang terkumpul saat ini masih akan ditambah. Pemprov Jatim menargetkan dukungan kemanusiaan untuk NTT dapat mencapai lebih dari 100 ton dengan menyesuaikan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

“Insya Allah hari ini yang sudah terkumpul sekitar 64,4 ton. Target sampai 100 ton yang bisa kita support. Persaudaraan dan kegotongroyongan harus dibangun semaksimal mungkin,” ujar Khofifah setelah mengecek bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Respons Jawa Timur terhadap bencana gempa NTT sebenarnya telah dilakukan secara bertahap sejak 16 Agustus 2026. Pada tahap awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengirim tujuh personel untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan awal di wilayah terdampak.

Dukungan berlanjut pada 17 Agustus 2026 pagi. Setelah pelaksanaan apel renungan suci, Pemprov Jatim mengirimkan 8,4 ton bantuan menuju Ende, salah satu wilayah yang terdampak cukup berat dan memiliki konektivitas dengan kawasan Labuan Bajo.

Pada hari yang sama, Jawa Timur juga mengirim tenaga medis dan paramedis serta obat-obatan. Tim kesehatan tersebut kemudian bergabung dengan rumah sakit setempat untuk membantu penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

Pengiriman bantuan terbaru dari Surabaya juga memperkuat dukungan di sektor kesehatan. Obat-obatan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan medis yang sebelumnya diidentifikasi oleh tim dokter Jawa Timur yang telah lebih dahulu berada di lokasi bencana.

Tim dokter tambahan juga dijadwalkan berangkat pada 22 Agustus 2026. Penambahan personel tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

“Dari mereka dilakukan identifikasi apa saja kebutuhan obat. Sekarang ini kita bawa obat-obat cukup banyak sesuai kebutuhan yang dimaksud,” ungkap Khofifah.

Tim kesehatan Jawa Timur saat ini telah bergabung dengan rumah sakit darurat yang dikoordinasikan Kementerian Kesehatan. Dengan pola tersebut, dukungan tenaga kesehatan dan obat-obatan diharapkan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Khofifah mengatakan Pemprov Jatim juga membuka kemungkinan memperluas dukungan kesehatan apabila kondisi di lokasi bencana membutuhkan tambahan personel.

Sebanyak 14 rumah sakit yang berada dalam koordinasi Pemprov Jatim telah disiapkan untuk memberikan dukungan. Tenaga yang dapat dikerahkan mencakup dokter, tenaga medis, paramedis, hingga kebutuhan obat-obatan.

“Mereka sudah support obat-obatan sesuai dengan yang diidentifikasi oleh dokter yang sudah lebih dulu sampai sana. Jadi kita akan melihat kebutuhannya, katakan kalau dokter spesialis apa, kalau perawat berapa orang,” jelas Khofifah.

Bagi Pemprov Jatim, pengiriman bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah logistik yang diberangkatkan. Kebutuhan riil masyarakat terdampak menjadi pertimbangan utama agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat digunakan dan tidak menimbulkan persoalan baru di daerah penerima.

Khofifah menegaskan prinsip tersebut juga berlaku dalam pengerahan personel. Menurut dia, tambahan tenaga maupun relawan harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan sehingga kehadiran mereka benar-benar memperkuat penanganan bencana.

Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung penanganan bencana di NTT karena konektivitas transportasi laut dari Surabaya. Pengiriman menggunakan kapal menjadi salah satu jalur yang memungkinkan bantuan dalam jumlah besar diberangkatkan menuju wilayah NTT.

“Ini adalah duka bersama. Seluruh daerah di Indonesia memiliki semangat kegotongroyongan yang tinggi. Mungkin ada yang bisa bergerak lebih cepat dan ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Jawa Timur memiliki konektivitas yang memungkinkan bantuan dikirim lebih cepat,” katanya.

Selain bantuan logistik dan kesehatan, Pemprov Jatim masih memetakan kebutuhan lain selama masa tanggap darurat. Pemetaan tersebut mencakup kemungkinan penambahan posko, dapur umum, hingga dukungan relawan.

Dinas Sosial dan BPBD Jawa Timur telah membahas kemungkinan penambahan dapur umum lapangan apabila kapasitas yang tersedia di wilayah terdampak belum mencukupi.

“Kita hitung apakah masih dibutuhkan dapur umum lapangan. Jika jumlah lapangan dirasakan masih harus ditambah maka dinas sosial dan BPBD akan menyiapkan,” tuturnya.

Kebutuhan relawan juga akan dikaji berdasarkan kondisi aktual. Khofifah mengingatkan pengerahan relawan harus dilakukan secara terukur karena tambahan personel yang tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi menambah beban bagi daerah yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Selain itu, perlu identifikasi apakah masih dibutuhkan tambahan relawan karena jangan sampai tambahan relawan menjadi beban,” imbuhnya.

Hal yang sama diterapkan dalam rencana pendirian posko. Pemprov Jatim terlebih dahulu akan melihat sistem penanganan yang telah berjalan di daerah terdampak.

Apabila posko dan tim yang sudah ada masih dapat diperkuat, personel serta sumber daya dari Jawa Timur akan diarahkan untuk bergabung dengan sistem tersebut. Pendekatan itu dipilih agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak menambah beban koordinasi di daerah.

“Kita tidak boleh menambah beban daerah yang pada dasarnya sudah memiliki tim yang sudah eksis sehingga kita sebetulnya bisa memberikan penguatan. Tetapi opsi untuk kemungkinan kita menyiapkan posko itu sudah kita bahas,” tegas Khofifah.

Perhatian Pemprov Jatim juga diarahkan pada kondisi psikologis masyarakat setelah mengalami bencana. Dinas Sosial Jawa Timur disiapkan untuk memberikan dukungan trauma healing dan trauma konseling bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Khofifah, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal, obat-obatan dan logistik. Kondisi mental warga yang mengalami langsung bencana juga perlu mendapat perhatian agar proses pemulihan dapat berlangsung secara menyeluruh.

“Dinas Sosial kita siapkan untuk trauma healing yang mestinya memang mendapatkan penguatan ketika terjadi bencana alam (longsor, banjir atau gempa),” jelasnya.

Dukungan psikososial tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Timur dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih luas. Pemprov Jatim masih akan melihat perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya.

Khofifah memastikan dukungan Jawa Timur terhadap masyarakat NTT akan terus disesuaikan dengan kebutuhan. Target pengumpulan bantuan hingga lebih dari 100 ton juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas antardaerah dalam masa tanggap darurat.

Ia berharap bantuan yang diberangkatkan dari Surabaya dapat segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat yang terdampak gempa.

“Semoga yang tertimpa musibah, yang meninggal semua dapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian yang sedang dirawat di rumah sakit segera sembuh dan yang lain mudah-mudahan tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka bersama keluarga,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru