Banyumas Menanti Pemekaran, DPD RI Siapkan Kajian Resmi

Sabtu, 22 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan PPUU DPD RI dan DPRD Banyumas membahas peluang pemekaran Banyumas guna mempercepat pemerataan pembangunan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pertemuan PPUU DPD RI dan DPRD Banyumas membahas peluang pemekaran Banyumas guna mempercepat pemerataan pembangunan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUMAS, RadarBangsa.co.id – Dorongan untuk memekarkan Kabupaten Banyumas kembali mengemuka setelah Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI melakukan pertemuan strategis dengan DPRD Banyumas di Purwokerto. Pertemuan ini menegaskan bahwa kajian akademik terkait pemekaran sudah disiapkan, meskipun kebijakan moratorium Daerah Otonom Baru (DOB) masih menjadi hambatan utama.

Ketua PPUU DPD RI, Abdul Kholik, menyatakan bahwa pemekaran wilayah merupakan hak konstitusional daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 166 UU MD3. Ia menekankan perlunya memasukkan isu pemekaran Jawa Tengah, termasuk Banyumas, ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025 agar dapat dibahas bersama DPR dan pemerintah. “Daerah selatan Jawa tidak bisa terus menjadi penonton. Produktivitas ekonomi masyarakat Banyumas sangat tinggi dan membutuhkan dukungan kelembagaan yang lebih kuat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir anggota PPUU DPD RI seperti Graal Taliawo, Sewitri, dan Lia Istifhama. Dari pihak tuan rumah, pimpinan DPRD Banyumas beserta Bapemperda menyampaikan kesiapan daerah mengikuti seluruh tahapan jika pemerintah pusat membuka kembali peluang pemekaran. Wakil Ketua DPRD Banyumas, Imam Ahfas, menilai pemekaran penting untuk pemerataan layanan publik. “Wilayah Banyumas Barat hingga pelosok masih membutuhkan akses layanan yang cepat. Pemekaran akan mempercepat itu,” katanya.

Beberapa skema pemekaran telah berkembang, termasuk pembentukan Kota Purwokerto sebagai daerah otonom baru dan opsi pemisahan Banyumas Barat. Kedua desain dipandang dapat menciptakan pusat pemerintahan baru sekaligus mengurangi beban layanan yang selama ini terpusat di Purwokerto.

Dokumen RPJPD 2005–2025 hingga RPJPD 2025–2045 sudah memasukkan agenda penguatan wilayah menuju pemekaran. Pemerintah daerah berharap momentum 2025 dapat menjadi fase penting untuk memperjuangkan aspirasi ini. Seorang anggota Bapemperda menyebut bahwa pemekaran bukan sekadar pemisahan administrasi, tetapi strategi jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan pembangunan di selatan Jawa Tengah.

Selama moratorium belum dicabut, komunikasi lintas lembaga akan terus dilakukan agar usulan Banyumas tidak terpinggirkan dari daftar aspirasi pemekaran nasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru