Rakerda ini turut dihadiri Sekjen Perpamsi Pusat Rino Indira Gusniawan, Ketua DPD Perpamsi Jatim Samsul Hadi, serta Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman.
Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan bahwa kualitas layanan air bersih menjadi indikator penting kesehatan masyarakat dan daya dukung pembangunan daerah. Ia mengapresiasi upaya seluruh Perumda air minum yang selama ini menjadi garda depan layanan publik sektor vital.
“Air bukan sekadar komoditas. Ia menyangkut hajat hidup orang banyak dan menentukan kualitas kesehatan sebuah daerah. Karena itu kita perlu terus memperkuat inovasi dan meningkatkan standar pelayanan,” ujar Ipuk.
Ipuk juga menekankan pentingnya berbagi inovasi antar daerah, terutama dalam menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber air dan peningkatan kebutuhan masyarakat. “Pelayanan air tidak boleh hanya berorientasi pada bisnis. Kita wajib menjaga keberlanjutan sumber air agar tetap tersedia bagi generasi mendatang,” katanya.
Ketua DPD Perpamsi Jatim, Samsul Hadi, menyebut Rakerda bertujuan merumuskan program kerja 2026 yang selaras dengan kebutuhan daerah. Ia berharap seluruh Perumda dapat mengejar standar pelayanan yang lebih tinggi.
“Kami akan menyusun langkah strategis untuk meningkatkan performa layanan air minum di Jawa Timur,” ujarnya.
Samsul juga memberi apresiasi khusus kepada PUDAM Banyuwangi yang lima tahun terakhir meraih predikat Pudam Berkinerja Terbaik Nasional. “Prestasi Banyuwangi menjadi inspirasi dan tolok ukur bagi Perumda lain di Jatim,” ucapnya.









