Ratusan Warga Padati Festival Kebangsaan Banyuwangi

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menghadiri Festival Kebangsaan yang menampilkan ragam seni budaya lintas etnis di Gesibu Blambangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menghadiri Festival Kebangsaan yang menampilkan ragam seni budaya lintas etnis di Gesibu Blambangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.idUpaya memperkuat toleransi dan kohesi sosial kembali mendapat perhatian melalui Festival Kebangsaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu malam (22/11/2025). Acara tahunan ini menghadirkan pertunjukan seni lintas etnis yang mencerminkan Banyuwangi sebagai daerah multikultur, tempat suku Osing, Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bali, Tionghoa, hingga Arab hidup berdampingan.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar tontonan budaya, melainkan ruang konsolidasi kebangsaan. “Festival Kebangsaan memperkuat pesan bahwa keberagaman bukan pemisah. Banyuwangi terbukti mampu menjadikan perbedaan sebagai perekat dan energi positif untuk membangun daerah,” ujarnya.

Mujiono menambahkan, semangat rukun dan guyub menjadi modal sosial yang harus terus dirawat di tengah dinamika global. “Kita ingin memastikan generasi muda melihat langsung bahwa toleransi itu nyata, hidup, dan menjadi tradisi Banyuwangi,” katanya.

Acara berlangsung meriah dengan deretan penampilan yang menggambarkan mosaik budaya daerah. Atraksi Barongsai menggugah antusiasme penonton, diikuti tari Tanduk Majeng dan sendratari Kembang Sak Ronce yang menampilkan kekayaan seni lokal. Kolaborasi tari dari suku Mandar, Jawa, dan Madura menjadi salah satu penampilan paling mendapat sambutan karena menyatukan ragam karakter budaya dalam satu panggung.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi, Agus Mulyono, menekankan bahwa tahun ini festival mengusung konsep Trilogi Pemuda, Suku, dan Budaya. Menurutnya, ketiga elemen ini tidak bisa dipisahkan dalam pembentukan identitas bangsa yang majemuk. “Pemuda menjadi penggerak, suku adalah akar, budaya adalah jembatan pemersatu. Lewat festival ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu,” jelasnya.

Festival juga menghadirkan kompetisi kreatif bagi pelajar, mulai dari Lomba Band Kebangsaan untuk SD dan SMP hingga Lomba Video Kebangsaan untuk pelajar SMA. Ajang tersebut dirancang untuk memberi ruang ekspresi sekaligus mendorong generasi muda memahami pentingnya toleransi melalui karya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru