BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng organisasi nirlaba global Clean Rivers untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sirkular melalui pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Fasilitas itu ditargetkan beroperasi November 2026 dan melayani hingga 850 ribu jiwa.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan CEO Clean Rivers, Deborah Baccus, dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Rabu (12/02/2026). Hadir pula perwakilan Borealis dan Systemiq yang menginisiasi Project STOP, mitra Pemkab sejak 2017.
Dua TPS3R akan dibangun di Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Genteng, kawasan dengan kepadatan serta aktivitas ekonomi tinggi. Masing-masing fasilitas berkapasitas 50 ton per hari dan dirancang menggunakan teknologi untuk meminimalkan residu serta mencegah bau.
“Kami mendukung inisiatif Banyuwangi yang fokus pada dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial. Transformasi ini bukan hanya penting bagi daerah, tetapi memberi pesan kuat secara global,” ujar Deborah.
Kerja sama ini menjadi bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 3 yang menargetkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di seluruh wilayah kabupaten. Pemkab menyediakan lahan dan sarana penunjang, sementara Clean Rivers memperkuat dukungan teknis dan pendanaan.
Bupati Ipuk menilai kolaborasi lintas sektor tersebut krusial untuk mempercepat transformasi sistem persampahan. “Dengan dukungan Clean Rivers, kita memperluas cakupan layanan dan memperkuat infrastruktur. Ini bukan sekadar pengolahan sampah, tetapi membangun ekosistem berkelanjutan,” kata Ipuk.
Ia menambahkan, proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi warga sekitar fasilitas. Dampaknya diharapkan tidak hanya pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa kedua TPS3R diproyeksikan melayani hingga 850 ribu penduduk secara bertahap. “Konsepnya sirkular, sampah dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali. Residu ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Sejak menggandeng Project STOP pada 2017, Banyuwangi mengembangkan model pengelolaan sampah berbasis sirkular pertama di Indonesia yang mencakup skala kabupaten. Masuknya Clean Rivers memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah terintegrasi.
“Harapannya, kolaborasi ini memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Banyuwangi,” tutup Deborah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar