Banyuwangi Siapkan ASN Hadapi Quantum Age, Rhenald Kasali Soroti Ancaman AI dan Disrupsi Digital

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Rhenald Kasali memberikan paparan tentang tantangan Quantum Age kepada ASN Pemkab Banyuwangi, Senin (15/12/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Prof. Rhenald Kasali memberikan paparan tentang tantangan Quantum Age kepada ASN Pemkab Banyuwangi, Senin (15/12/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyelaraskan cara kerja aparatur sipil negara (ASN) menghadapi perubahan global yang kian cepat dan tidak terprediksi. Upaya ini dilakukan dengan menghadirkan pakar manajemen sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, dalam kegiatan capacity building bertema ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN, Senin sore (15/12/2025).

Dalam pemaparannya, Rhenald menegaskan dunia saat ini telah memasuki fase baru yang disebut Quantum Age. Pada era ini, perubahan tidak lagi berjalan bertahap, tetapi melompat cepat dan kompleks, sehingga menuntut institusi pemerintah untuk lebih adaptif dan responsif.

“Konflik hari ini bisa muncul dari algoritma, keputusan diambil oleh mesin, dan ancaman datang dari kecerdasan buatan, informasi palsu, hingga serangan digital jika tidak disikapi secara bijak,” ujar Rhenald di hadapan peserta.

Ia menjelaskan, ciri utama era kuantum adalah kecepatan, keterhubungan tanpa batas, serta ketidakpastian tinggi. Mobilitas manusia, arus informasi, dan layanan publik bergerak jauh lebih cepat dibandingkan era sebelumnya. Kondisi ini membuat negara berpotensi terguncang bukan oleh kekuatan militer, melainkan oleh teknologi yang melaju lebih cepat dari kemampuan institusi untuk membaca dan mengantisipasi perubahan.

“Dunia tidak lagi berjalan linear. Pemerintah dituntut lincah, adaptif, dan mampu membaca perubahan yang sering kali sulit diprediksi,” katanya.

Rhenald juga menyoroti relasi manusia dan mesin di masa depan. Menurutnya, ASN akan semakin bekerja berdampingan dengan kecerdasan buatan. Namun, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti nalar manusia.

“Risiko terbesar muncul ketika manusia malas berpikir, kehilangan daya analisis, dan menerima informasi dari AI secara mentah tanpa verifikasi,” jelas Founder Rumah Perubahan tersebut.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika digital, terutama terkait keamanan data dan privasi publik. Keterhubungan digital yang luas, kata dia, menuntut ASN lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi agar tidak melanggar ruang personal masyarakat.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai materi yang disampaikan Rhenald sejalan dengan langkah transformasi digital yang sedang dilakukan daerahnya.

“Kita tidak boleh menghindar dari perubahan. Kita harus menghadapinya bersama-sama untuk membangun Banyuwangi ke depan,” kata Ipuk.

Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama, sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman bersama menghadapi tantangan pemerintahan di era kuantum.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru