Batik Banyuwangi dan OJK Jember Bersatu Dorong Inklusi Keuangan Warga

Minggu, 19 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kanan) melihat hasil karya perajin batik lokal dalam gelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025 di Gesibu Blambangan, Jumat (17/10/2025).  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kanan) melihat hasil karya perajin batik lokal dalam gelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025 di Gesibu Blambangan, Jumat (17/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Perpaduan antara budaya dan edukasi finansial mewarnai gelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025, yang tahun ini menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Tak sekadar menampilkan keindahan kain batik, ajang tahunan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar mengelola keuangan dengan bijak.

Festival yang digelar di Gesibu Blambangan pada 17–18 Oktober 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Melalui Pameran Lembaga Jasa Keuangan, OJK menghadirkan berbagai layanan dan informasi produk keuangan, bersamaan dengan pameran puluhan karya batik dari para perajin lokal.

Tahun ini, BBF mengusung tema “Gemelare Jarit Wader Kesit”, terinspirasi dari salah satu motif khas Banyuwangi. Dalam parade pemilihan Duta Batik Lembaga Jasa Keuangan (LJK), sebanyak 36 peserta menampilkan busana dengan corak Wader Kesit yang dinamis dan elegan.

“Ini gerakan bersama untuk memperkuat budaya lokal sekaligus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan bagi masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyaksikan pergelaran tersebut, Jumat malam (17/10/2025).

Ipuk menilai, peragaan busana dengan motif Wader Kesit bukan hanya ajang estetika, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan kekayaan batik Banyuwangi agar semakin dicintai masyarakat luas. Ia berharap kegiatan ini juga memperluas wawasan warga tentang pentingnya mengelola keuangan dengan cerdas.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membuka wawasan masyarakat, agar literasi keuangan tidak hanya sebatas angka, tapi juga arah hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala OJK Jember Muhammad Mufid menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kerja sama OJK dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Banyuwangi. Fokusnya, mempercepat akses keuangan bagi pelaku UMKM.

“Bayangkan, pembatik Banyuwangi bisa dengan mudah mendapatkan permodalan, menabung hasil penjualan, bahkan menjual produknya secara online. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujar Mufid.

Menurut data OJK, hingga triwulan ketiga 2025, pihaknya telah melaksanakan 48 kegiatan edukasi keuangan kepada lebih dari 22 ribu masyarakat di wilayah kerja Jember. Program lain yang dijalankan bersama Pemkab Banyuwangi antara lain Satu Rekening Satu Pelajar, literasi keuangan untuk komunitas difabel, serta edukasi bagi aparatur pemerintahan daerah.

OJK juga mencatat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada triwulan kedua 2025 mencapai 5,58 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Penurunan tingkat kemiskinan hingga 6,13 persen menjadi bukti nyata peningkatan kesejahteraan warga.

“Hari ini kami bangga bisa berkolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival. Karena batik bukan sekadar motif, melainkan simbol ketekunan dan kreativitas sama seperti inklusi keuangan yang lahir dari proses panjang menuju hasil bernilai tinggi,” tandas Mufid.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru