SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyoroti pentingnya kemandirian pangan nasional dengan mencontoh strategi Iran dalam mengelola komoditas unggulan. Ia menilai Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci dalam rantai pasok pangan global jika mampu mengurangi ketergantungan impor.
Menurut Lia, langkah tersebut menjadi krusial di tengah dinamika ekonomi global dan keterbatasan ruang fiskal pemerintah.
Lia menjelaskan, Iran mampu memposisikan diri sebagai negara strategis melalui penguasaan komoditas seperti minyak dan pistachio. Posisi ini membuat Iran diakui secara global meski berada dalam tekanan geopolitik.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi serupa bahkan lebih besar, mengingat kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Komoditas seperti rempah-rempah, kelapa sawit, hingga kakao dinilai dapat menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar dunia.
Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal karena masih tingginya ketergantungan terhadap impor, termasuk untuk komoditas yang sebenarnya bisa dipenuhi dari dalam negeri.
“Saya melihat Iran mampu memposisikan diri sebagai pemegang kunci ketersediaan minyak dunia dan pistachio. Ini menunjukkan bagaimana sebuah negara bisa diakui karena kekuatan komoditasnya,” ujar Lia.
“Justru dengan menolak impor pada pasokan yang kita sangat bisa memenuhi, di situlah sebuah negara akan diakui kemampuannya sebagai pusat ketersediaan pangan tertentu,” imbuhnya.
Lia menegaskan, penguatan kemandirian pangan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas, hilirisasi industri, hingga kebijakan yang berpihak pada petani dan pelaku usaha lokal.
Jika langkah ini dilakukan secara konsisten, Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki posisi tawar kuat dalam perdagangan global, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Ini soal keberanian mengambil posisi. Kita punya sumber daya, tinggal bagaimana kebijakan diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan daya saing global,” pungkas Lia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar