MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Mojokerto menghadirkan pesan kuat tentang pemerataan pendidikan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyaksikan langsung capaian siswa Sekolah Rakyat yang mampu berpidato dalam lima bahasa.
Kegiatan digelar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto, Sabtu (2/5). Sebanyak 50 siswa dari dua rombongan belajar tampil menunjukkan kemampuan akademik dan kepercayaan diri yang menjadi sorotan utama.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat siswa menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jepang, dan Jerman. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa akses pendidikan inklusif mampu menghasilkan prestasi yang kompetitif.
“Saya surprise. Dalam waktu sembilan bulan, anak-anak ini sudah bisa tampil percaya diri dan berpidato dalam lima bahasa,” ujar Khofifah.
Capaian ini dinilai penting karena Sekolah Rakyat ditujukan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan. Program ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan.
Selain kemampuan bahasa, Khofifah juga menyoroti perkembangan fisik dan sosial siswa. Ia menyebut perubahan positif terlihat dari kesehatan, interaksi, hingga semangat belajar yang meningkat.
“Pertumbuhan fisiknya terlihat, kesehatannya membaik, interaksi sosialnya berkembang, dan prestasinya meningkat,” katanya.
Dampaknya bagi masyarakat cukup luas. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok rentan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menekan ketimpangan sosial dan ekonomi.
Sebagai bentuk apresiasi, Khofifah meminta agar siswa tersebut diundang tampil di peringatan Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus contoh bagi sekolah lain.
Di sisi sekolah, dukungan pemerintah dinilai berperan besar dalam mendorong capaian tersebut. Kepala SRMP 15 Mojokerto Heri Susanto menyebut perhatian pemerintah menjadi energi bagi guru dan siswa.
“Kehadiran Ibu Gubernur menjadi motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa, Amanda Rachmatya Meisya, mengaku bangga bisa tampil di hadapan gubernur. Ia menyebut pengalaman tersebut semakin memacu semangat belajar.
“Terima kasih atas perhatian dan motivasinya. Kami jadi lebih semangat untuk berprestasi,” katanya.
Peringatan Hardiknas ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan yang tepat dapat menghasilkan perubahan nyata. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memperluas program pendidikan inklusif agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








