BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) resmi membuka Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun Anggaran 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK). Program ini menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Pelatihan yang dimulai 20 Mei 2026 ini digelar gratis dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah. Sejumlah kejuruan disiapkan, mulai dari Desain Grafis Muda, Content Creator, Menjahit, Las Plat Welder SMAW 2G, Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, Pembuatan Roti dan Kue, hingga Tata Rias.
Kebijakan ini dinilai penting di tengah kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif dan pergeseran kebutuhan industri berbasis keterampilan teknis serta digital.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni, mengatakan pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi SIAPKerja, kecuali untuk kejuruan Tata Rias.
“Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui aplikasi SIAPKerja, kecuali kejuruan Tata Rias yang merupakan Pelatihan Berbasis Masyarakat. Untuk Tata Rias dilakukan secara offline dengan datang langsung ke Disperinaker,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka pada 27 April 2026. Lonjakan pendaftar terlihat merata di hampir seluruh jurusan yang ditawarkan.
“Jumlah pendaftar terus bertambah setiap jam. Hingga siang ini, Desain Grafis Muda 9 orang, Content Creator 8 orang, Menjahit 7 orang, Las Plat Welder 8 orang, Listrik 4 orang, Pembuatan Roti dan Kue 8 orang, serta Tata Rias 2 orang,” jelasnya.
Program ini tidak hanya memberi pelatihan teknis, tetapi juga dukungan fasilitas lengkap seperti sertifikat BNSP, asrama, makan siang, hingga seragam pelatihan. Pemerintah berharap lulusan BLK bisa langsung terserap ke dunia kerja atau membuka usaha mandiri.
Durasi pelatihan bervariasi, mulai dari 5 hingga 33 hari tergantung kejuruan. Syarat peserta pun ditetapkan untuk memastikan sasaran tepat, yakni usia minimal 17 tahun, tidak sedang bekerja atau sekolah, serta melampirkan dokumen administrasi.
Program ini diharapkan menjadi solusi konkret peningkatan SDM Bangkalan agar lebih siap menghadapi persaingan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor keterampilan.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








