BLT DBHCHT 2026 Cair, 10.500 Pekerja Tembakau Pasuruan Dapat Rp1,2 Juta

Sabtu, 11 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyerahkan secara simbolis BLT DBHCHT 2026 kepada pekerja industri tembakau di Kecamatan Sukorejo, Kamis (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyerahkan secara simbolis BLT DBHCHT 2026 kepada pekerja industri tembakau di Kecamatan Sukorejo, Kamis (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 10.500 buruh tani tembakau dan pekerja pabrik rokok di Kabupaten Pasuruan mulai menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelontorkan anggaran Rp12,6 miliar sebagai upaya menjaga daya beli pekerja sekaligus menopang sektor industri hasil tembakau yang menyerap ribuan tenaga kerja.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo di area produksi KUD Sumberrejo Unit Mitra Produksi Sigaret (MPS), Kecamatan Sukorejo, Kamis (10/7/2026). Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,2 juta yang ditujukan bagi pekerja dari sektor hulu hingga hilir industri tembakau.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasuruan, dr. Ani Latifah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari jaring pengaman sosial yang diharapkan mampu menjaga konsumsi rumah tangga para pekerja di tengah dinamika industri hasil tembakau.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat pekerja, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah di sektor industri rokok,” kata Ani.

Di balik penyaluran BLT, muncul perhatian terhadap persoalan yang dinilai mengancam keberlangsungan industri rokok legal. Peredaran rokok ilegal disebut masih menjadi tantangan karena berdampak pada penerimaan cukai yang akhirnya memengaruhi besaran dana bagi hasil yang diterima daerah.

Bupati Rusdi mengatakan pelaku industri berharap pemerintah terus menjaga stabilitas kebijakan, termasuk melalui penindakan terhadap rokok tanpa pita cukai yang dinilai merugikan perusahaan legal dan tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Alhamdulillah, dalam dua tahun ini di bawah pemerintahan Pak Prabowo, pemerintah pusat tidak menaikkan cukai. Namun, catatan penting yang diminta oleh para pengusaha adalah penertiban tegas terhadap pelaku usaha rokok ilegal tanpa pita cukai,” ujarnya.

Rusdi menegaskan aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Menurutnya, keberlangsungan industri padat karya menjadi kepentingan bersama karena berkaitan langsung dengan lapangan pekerjaan dan penerimaan daerah dari sektor cukai.

Ketua Apindo Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda, juga menilai pemberantasan rokok ilegal harus menjadi prioritas. Ia berharap pemerintah meninjau kembali sejumlah regulasi yang dinilai berpotensi membebani industri dan berdampak terhadap tenaga kerja.

“Tantangan industri hasil tembakau saat ini adalah regulasi dan peredaran rokok bodong. Kami berharap cukai tidak naik, pemerintah sungguh-sungguh memberantas rokok ilegal, serta meninjau ulang pembatasan tar dan nikotin yang bisa mematikan industri ini,” jelasnya.

Bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pekerja. Dewi Astutik, buruh linting yang menjadi penerima BLT, mengaku dana Rp1,2 juta akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan biaya sekolah anak yang memasuki tahun ajaran baru.

“Tentu kami sangat senang mendapatkan bantuan Rp1,2 juta ini, apalagi sudah rutin setiap tahun. Biasanya uangnya kami gunakan untuk membeli sembako dan membayar biaya sekolah anak yang kebetulan baru masuk sekolah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru