Borong 5 Gelar Nasional, Putra Kebudayaan Jatim 2026 Asal Probolinggo Bikin Gebrakan

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Putra Kebudayaan Jawa Timur 2026 asal Kabupaten Probolinggo, Ibnus Shabil, memperlihatkan salah satu penghargaan yang diraihnya di bidang sastra. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Putra Kebudayaan Jawa Timur 2026 asal Kabupaten Probolinggo, Ibnus Shabil, memperlihatkan salah satu penghargaan yang diraihnya di bidang sastra. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Di tengah minimnya minat generasi muda terhadap dunia sastra dan kebudayaan, Putra Kebudayaan Jawa Timur 2026 asal Kabupaten Probolinggo, Ibnus Shabil, justru memilih menempuh jalan berbeda. Serangkaian prestasi tingkat nasional yang diraihnya sepanjang 2026 tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dijadikan pijakan untuk membangun gerakan literasi dan pelestarian budaya bagi masyarakat.

Selama Mei hingga Juni 2026, Ibnus mencatat lima prestasi nasional di bidang sastra. Ia meraih Juara I Lomba Baca Puisi DUA LOKA Universitas Mulawarman, Pemenang Lomba Baca Puisi Euphoria Art 4.0 Poltekkes Kemenkes Surakarta, Juara II Kreativitas Seni dan Sastra Nasional Universitas Negeri Malang, Juara I Pekan Seni Mahasiswa Universitas Brawijaya cabang baca puisi, serta Juara Utama II Lomba Cipta dan Baca Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bagi Ibnus, deretan penghargaan tersebut bukanlah garis akhir perjalanan. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti berbagai kompetisi justru ia manfaatkan untuk memperluas ruang belajar melalui seminar, pelatihan kepenulisan, workshop, diskusi sastra, hingga bedah buku di berbagai perguruan tinggi dan forum nasional.

Komitmen itu membuatnya dipercaya menjadi narasumber dalam sejumlah kegiatan, di antaranya Webinar Nasional Literasi Media Indonesia-Internasional, Webinar Nasional “Mengulik Ide dalam Penulisan Puisi” Universitas Dharma Andalas, Coaching Clinic Essay High School National Competition, Bedah Buku Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Workshop Pendidikan, Coaching Clinic Brawijaya English Tournament, Podcast Seni Religi Universitas Brawijaya, serta berbagai forum sastra dan kebudayaan lainnya.

Perjalanan akademiknya juga berkembang hingga tingkat internasional. Ibnus menjadi presenter dalam International Conference on Language, Literary and Cultural Studies melalui penelitian berjudul The Naming System of Pesantren in Malang: A Linguistic Landscape Study, yang mengkaji sistem penamaan pesantren sebagai bagian dari identitas budaya melalui perspektif linguistik.

Seluruh pengalaman tersebut kemudian melahirkan Teman Sabil, sebuah ruang kolaborasi yang menggabungkan budaya, bahasa, seni, sastra, dan literasi dalam satu ekosistem pembelajaran. Melalui sejumlah program seperti LIDAYA, Klinik BASASTRA, APRESI, LSMPI, RUMAH, dan SUARA, komunitas ini mendorong anggotanya untuk belajar, berdiskusi, berkarya, memperoleh apresiasi, sekaligus kembali berbagi ilmu kepada masyarakat.

Menurut Ibnus, pelestarian budaya harus dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. “Harapan terbesar saya, Teman Sabil tidak hanya dikenal sebagai sebuah komunitas, tetapi tumbuh menjadi gerakan kebudayaan yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Saya ingin ruang ini menjadi tempat siapa saja bisa belajar, berbagi, berkarya, dan berkolaborasi tanpa melihat latar belakang,” tuturnya.

Ia meyakini budaya, bahasa, seni, dan sastra akan lebih mudah diterima apabila dikemas secara kreatif. Karena itu, Teman Sabil diharapkan mampu menjadi ruang bersama yang memperkuat identitas daerah sekaligus membangun kepercayaan diri generasi muda melalui karya.

Ibnus juga berharap gerakan yang dirintisnya dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, akademisi, perpustakaan, pegiat budaya, hingga komunitas seni. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan ruang pembelajaran yang berkelanjutan.

“Saya memimpikan suatu saat nanti ketika orang mendengar nama Kabupaten Probolinggo, mereka tidak hanya mengingat potensi wisatanya, tetapi juga mengenal bahwa dari daerah ini lahir sebuah gerakan kebudayaan yang mampu melahirkan karya, kolaborasi, dan inspirasi bagi Indonesia. Karena budaya adalah identitas dan identitas harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, mengapresiasi konsistensi Ibnus yang memilih membagikan pengalaman dan ilmunya kepada masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional apabila dibarengi dengan ketekunan dan semangat belajar.

“Prestasi yang diraih Ibnus menunjukkan bahwa ketekunan dalam belajar mampu menghadirkan generasi muda Kabupaten Probolinggo bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Yang lebih membanggakan, ia memilih kembali berbagi ilmu melalui seminar, workshop, dan Teman Sabil sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Mohammad Haris, SE., MM. Ia berharap kiprah Ibnus menjadi inspirasi bagi anak muda untuk terus berkarya tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga keberanian melahirkan gagasan, berkarya, dan memberi manfaat. Apa yang dilakukan Ibnus menunjukkan bahwa anak muda Kabupaten Probolinggo mampu membawa nama daerah sekaligus menggerakkan masyarakat melalui budaya dan literasi. Semoga semakin banyak generasi muda yang mengikuti jejak positif ini,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru