Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Identitas budaya Karesidenan Kedu menjadi pusat perhatian dalam gelaran Komukino Fest 2025 yang dibuka di Semarang. Dengan mengusung tema “Magis, Atraktif, Guyub,” festival yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi ini menempatkan Kedu sebagai sumber inspirasi visual dan kreatif generasi muda, mulai dari peta kolonial hingga interpretasi budaya kontemporer.

Karesidenan Kedu dikenal sebagai wilayah historis di Jawa Tengah yang meliputi Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen. Lanskap pegunungannya yang sejuk, kuliner khas seperti mie ongklok dan tempe kemul, hingga kesenian rakyat yang tetap lestari menjadi representasi kuat karakter budaya setempat. Warna tradisi itu pula yang dihadirkan kembali dalam festival melalui pendekatan modern agar lebih dekat dengan audiens masa kini.

Sejumlah kesenian seperti jathilan, lengger, dan topeng ireng disiapkan untuk ditampilkan. Tasya, perwakilan panitia Komukino Fest 2025, mengatakan bahwa pengalaman menggarap festival membuatnya memahami bagaimana komunikasi yang solid dapat memperkuat kerja tim. “Kedu itu wilayah penuh pesona budaya. Kami ingin menghadirkan sisi magis dan kebersamaan itu dalam format yang lebih atraktif. Banyak penampilan sudah kami siapkan, tapi sebagian tetap kami rahasiakan supaya menjadi kejutan untuk pengunjung,” ujarnya.

Tasya menyebut persiapan festival berjalan dinamis karena melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai daerah. Menurutnya, kerja kolaboratif inilah yang menghidupkan kembali semangat guyub Kedu. Ia berharap Komukino Fest tahun ini dapat menarik minat masyarakat Semarang serta para pecinta budaya dari luar kota. “Saya yakin mereka tidak akan menyesal datang. Acaranya pasti seru dan penuh energi kreatif,” tambahnya.

Komukino Fest 2025 menghadirkan perpaduan tradisi dan eksplorasi visual melalui pertunjukan budaya, pameran kreatif, penayangan karya, hingga sesi interaktif. Festival ini tidak hanya merayakan kekayaan lokal, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menafsirkan kembali budaya Kedu dalam bahasa visual yang relevan.

Lewat tema “Magis, Atraktif, Guyub,” penyelenggara berharap nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang. Festival ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, tetapi sumber inspirasi yang mampu memperkaya kreativitas masa kini.

Penulis : Sheila

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru