Buka Rakerprov KONI Jatim 2026, Khofifah Tekankan Pembinaan Atlet Usia Dini dan Tata Kelola Profesional

Rabu, 24 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Rakerprov KONI Jatim 2026 di Gedung STIESIA Surabaya, Rabu (24/6). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Rakerprov KONI Jatim 2026 di Gedung STIESIA Surabaya, Rabu (24/6). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai fondasi utama meningkatkan prestasi olahraga Jawa Timur. Pesan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur 2026 di Gedung STIESIA Surabaya, Rabu (24/6).

Dalam forum tersebut, Khofifah meminta seluruh jajaran KONI Jatim menyusun rencana aksi yang terukur sebagai bekal menghadapi berbagai agenda olahraga, mulai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Olimpiade.

“Raker ini harus menyiapkan plan of action bagi kita semua baik persiapan Porprov, PON maupun Olympic,” kata Khofifah.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari identifikasi bakat, pembinaan berjenjang, kompetisi yang terstruktur, hingga pendampingan profesional bagi para atlet.

Karena itu, pencarian bibit atlet sejak usia dini menjadi perhatian penting. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar Jawa Timur mampu beradaptasi dengan berbagai ketentuan usia yang ditetapkan masing-masing cabang olahraga.

“Pencarian bakat dengan usia makin dini itu menjadi catatan penting karena seandainya keputusan di setiap cabor sudah final, maka atlet yang kita kirim harus mengikuti penyesuaian dari usia yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan Porprov tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antardaerah. Kegiatan tersebut memiliki fungsi strategis dalam membentuk sistem pembinaan atlet sekaligus memperluas pemerataan prestasi olahraga di seluruh kabupaten dan kota.

Selain itu, perhelatan olahraga daerah juga memiliki dampak ekonomi melalui keterlibatan berbagai sektor pendukung yang ikut bergerak selama pelaksanaan pertandingan.

Catatan kedua yang disampaikan Gubernur Jawa Timur berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga. Peningkatan kapasitas tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga pelatih, wasit, manajer tim, serta tenaga pendukung berbasis ilmu pengetahuan olahraga.

Menurut Khofifah, prestasi atlet modern tidak hanya ditentukan kemampuan fisik semata. Dukungan teknologi, nutrisi, psikologi, dan manajemen prestasi menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap keberadaan tim sport science dari Universitas Negeri Surabaya dapat membantu melakukan penyesuaian terhadap berbagai dinamika yang terjadi pada cabang olahraga, termasuk terkait batas usia atlet.

“Basisnya adalah sport science. Tim ini bisa melakukan proses penyesuaian yang lebih rasional sesuai kebutuhan cabang olahraga,” jelasnya.

Selain pembinaan dan peningkatan kualitas SDM, Khofifah juga menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, organisasi yang sehat akan menghasilkan program yang efektif sekaligus meningkatkan kepercayaan berbagai pemangku kepentingan.

Ia mengingatkan bahwa potensi atlet yang besar tidak akan menghasilkan prestasi maksimal apabila tidak didukung tata kelola organisasi yang baik.

“Bibit atlet yang bagus kalau tidak diikuti oleh tata kelola yang terukur nanti hasilnya juga kurang maksimal,” tegasnya.

Aspek lain yang mendapat perhatian adalah penguatan jejaring dan kolaborasi. Khofifah menilai sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, dunia usaha, perguruan tinggi, media, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat.

Penguatan jaringan tersebut juga dibutuhkan untuk memetakan potensi atlet asal Jawa Timur yang berada di luar daerah dan berpeluang kembali memperkuat provinsi tersebut pada berbagai ajang olahraga mendatang.

“Membangun jejaring seperti ini menjadi penting karena menyiapkan, membibit dan membina atlet tentu tidak mudah, tidak murah dan tidak bisa cepat,” ungkapnya.

Khofifah meminta seluruh cabang olahraga memberikan ruang dan dukungan bagi atlet yang telah memastikan kepindahan domisili ke Jawa Timur. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, termasuk peran kepala dinas pemuda dan olahraga di masing-masing daerah.

Dengan empat fokus utama tersebut, Khofifah optimistis olahraga Jawa Timur mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus menyiapkan regenerasi atlet untuk berbagai event internasional.

“Karena kita semua berkejaran dengan persiapan mulai Porprov, PON, SEA Games, Asian Games hingga Olympic. Termasuk identifikasi cabang olahraga yang bisa menyiapkan atlet yang siap membawa pulang emas bagi Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pembinaan olahraga prestasi.

Menurutnya, arah kebijakan yang ditempuh Gubernur Khofifah sudah sejalan dengan prioritas pembinaan yang selama ini didorong KONI Pusat. Jawa Timur juga dinilai memiliki modal besar karena menjadi salah satu daerah dengan penyelenggaraan Porprov terbesar di Indonesia.

“Ibu Gubernur sudah sangat benar. Beliau mempunyai fokus yang jelas dan berbagai cabang olahraga prioritas sudah menjadi perhatian dalam pembinaan,” ujar Suwarno.

Ia menilai perhatian terhadap pembinaan atlet usia dini menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai perubahan regulasi maupun kebutuhan jangka panjang olahraga nasional.

“Untuk usia dini beliau ini mengantisipasi pembinaan jangka panjang apabila ada dinamika perubahan batas umur terkait PON dan sebagainya,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru