BUMDesa Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Bupati Bangkalan Targetkan Produk Unggulan

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan meninjau produk BUMDesa pada Jambore di Pendopo Pratanu, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan meninjau produk BUMDesa pada Jambore di Pendopo Pratanu, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lukman Hakim menegaskan peran strategis BUMDesa sebagai penggerak ekonomi desa saat membuka Jambore BUMDesa di Pendopo Pratanu, Bangkalan, Kamis (23/4/2026). Kebijakan ini dinilai krusial untuk memperkuat ekonomi akar rumput dan mengurangi ketergantungan desa pada bantuan eksternal.

Dorongan ini bukan tanpa alasan. Banyak desa dinilai belum optimal mengelola potensi lokal, sehingga peluang ekonomi yang seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan warga belum tergarap maksimal.

Melalui forum Jambore, Pemkab Bangkalan ingin mempercepat transformasi BUMDesa menjadi lembaga ekonomi produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

“Setiap desa minimal memiliki satu produk unggulan yang bisa dikembangkan. Ini penting agar ekonomi desa memiliki identitas dan daya saing,” ujar Lukman.

Kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang didorong menjadi mitra strategis BUMDesa. Sinergi keduanya diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat distribusi produk desa.

Menurut Lukman, BUMDesa dan KDMP bukanlah program yang saling menggantikan. Justru, keduanya dirancang untuk saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

“KDMP dan BUMDesa bisa berjalan bersama. Ini bukan kompetisi, tapi kolaborasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dampaknya bagi warga cukup signifikan. Jika berjalan optimal, BUMDesa dapat menjadi penopang ekonomi lokal, menyerap hasil pertanian, peternakan, hingga produk olahan masyarakat.

Selain itu, program ini juga membuka peluang stabilisasi harga dan distribusi produk desa agar tidak bergantung pada tengkulak.

Pemkab juga menilai kegiatan Jambore menjadi ruang evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas pengelola BUMDesa. Di sisi lain, pameran produk unggulan desa menjadi sarana promosi langsung kepada pasar yang lebih luas.

“Harapannya, ekonomi desa tidak hanya bergerak, tapi tumbuh kuat dan mandiri,” pungkas Lukman.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru