Bunga Desaku di Pakusari, Gus Fawait Serap Aspirasi Warga Jember

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam program Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam program Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) kembali menjadi sarana Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kali ini, Bupati Jember H. Mohammad Fawait atau Gus Fawait menjalankan rangkaian kegiatan di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan perangkat daerah.

Kegiatan berlangsung sejak siang hingga malam hari. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memperoleh gambaran langsung mengenai persoalan yang dihadapi warga tanpa harus melalui jalur birokrasi yang panjang.

Rangkaian agenda diawali dengan Apel Siswa di SMPN 1 Pakusari. Kegiatan kemudian berlanjut dengan Sholawat Kampung di Balai Desa Sumber Pinang, kunjungan ke PKM Pakusari, serta pertemuan bersama pelaku UMKM, pedagang Mlijo, dan kelompok tani di Balai Desa Pakusari.

Agenda berikutnya mencakup pertemuan kader Posyandu dan RT/RW di Lapangan Pakusari serta Focus Group Discussion (FGD) PKK yang dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Hj. Ghyta Eka Puspita, di Kantor Kecamatan Pakusari.

Puncak kegiatan ditutup melalui forum serap aspirasi bersama tokoh masyarakat dan pemuda di Seger Nusantara, Desa Subo. Acara tersebut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa se-Kecamatan Pakusari, ketua RT/RW, hingga Ketua DPC PKB Jember, H. Ayub Junaidi.

Dalam keterangannya, Gus Fawait menegaskan bahwa Bunga Desaku dirancang untuk memotong rantai birokrasi sehingga pemerintah daerah dapat menerima masukan warga secara langsung dan lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat.

“Lewat Bunga Desaku, tidak ada jarak antara Bupati, Kepala OPD, dengan masyarakatnya. Kita bisa mengetahui masalah orisinal dari bawah tanpa harus menunggu rantai birokrasi yang panjang. Masalah-masalah real ini yang langsung kita terima dan tindak lanjuti,” ujarnya.

Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah ketersediaan air bagi masyarakat di Kecamatan Pakusari. Menyikapi hal itu, Gus Fawait meminta camat, kepala desa, dan OPD terkait segera melakukan pemetaan kebutuhan air untuk jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai dasar penyusunan langkah penanganan.

Perhatian juga diberikan pada sektor kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember menyoroti upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), percepatan penanganan stunting, serta optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas agar layanan kesehatan bagi warga berisiko tinggi dapat diakses secara maksimal.

Ketua DPC PKB Jember, H. Ayub Junaidi, menilai program tersebut efektif dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa. Menurutnya, akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan kini semakin mudah dijangkau warga.

“Ini terobosan luar biasa dari Pak Bupati untuk memotong birokrasi. Pelayanan publik mulai dari kesehatan, pendidikan hingga administrasi kependudukan kini semakin dekat dan mempermudah warga hingga ke tingkat desa,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru