Bupati Banyuwangi Pastikan MBG Aman dan Higienis

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerahnya meningkatkan pengawasan dan menjaga kualitas makanan dalam program Makan Bergizi (MBG). Penegasan ini disampaikan menyusul dua kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di sekolah peserta program tersebut dalam sepekan terakhir.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOP dijalankan dengan benar, hal seperti ini bisa dihindari,” ujar Ipuk saat meninjau salah satu dapur SPPG di Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025).

Dua insiden keracunan itu diketahui melibatkan dua sekolah yang mendapat suplai makanan dari SPPG berbeda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah menutup sementara salah satu SPPG, sementara satu lainnya masih dalam proses pemeriksaan Dinas Kesehatan.

Ipuk menegaskan, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) harus menjadi prioritas di setiap dapur penyedia MBG. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan standar higienitas serta mutu bahan makanan yang disajikan bagi siswa penerima program.

“Seluruh makanan yang disajikan harus higienis dan layak konsumsi agar anak-anak bisa menikmatinya dengan aman. Menu yang bervariasi dan bergizi akan membuat program ini semakin bermanfaat,” kata Ipuk.

Lebih jauh, Bupati juga mendorong agar seluruh SPPG di Banyuwangi segera memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini merupakan syarat wajib dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan dapur penyedia MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Selain itu, Ipuk meminta agar sistem sanitasi di dapur-dapur SPPG dikelola dengan baik. Ia telah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai aturan.

Menurut Ipuk, program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak negatif.

“Semoga program MBG di Banyuwangi bisa terus berjalan lancar dan membawa manfaat. Anak-anak harus bisa menikmati makanan bergizi tanpa isu makanan sisa, terbuang, apalagi keracunan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan, pihaknya telah menindaklanjuti dua kasus keracunan yang terjadi. SPPG yang terlibat sudah dihentikan sementara oleh koordinator wilayah program hingga seluruh hasil investigasi selesai.

Saat ini, dari 38 SPPG yang beroperasi di Banyuwangi, sebanyak 12 SPPG telah menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap menerima sertifikat. Sisanya masih dalam tahap persiapan dan perbaikan sarana.

“Tiga komponen utama harus dipenuhi untuk mendapatkan SLHS,” jelas Amir. “Pertama, penjamah pangan wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan dan lulus uji kompetensi. Kedua, dapur harus lolos inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk air bersih, limbah, serta kebersihan alat masak. Ketiga, dilakukan uji sampel makanan, alat, dan pemeriksaan kesehatan penjamah untuk memastikan tidak ada kontaminasi.”

Amir menegaskan, Dinas Kesehatan akan terus memantau dan memfasilitasi pengurusan SLHS agar seluruh SPPG di Banyuwangi memenuhi standar nasional keamanan pangan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru