JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Gus Fawait mengajak masyarakat Kecamatan Kalisat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan spiritual dan pendidikan moral. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi jangka panjang untuk menekan peredaran narkotika yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Gus Fawait usai kegiatan santunan anak yatim dan pertemuan tertutup dengan tokoh masyarakat di Kantor Kecamatan Kalisat, Senin (9/3/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember memiliki tanggung jawab besar pada aspek pencegahan. Sementara penegakan hukum tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian dan lembaga terkait.
“Kami dari Pemkab lebih memfokuskan pada langkah pencegahan. Karena itu kami terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Jember tanpa membedakan latar belakang agama,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan spiritual diyakini mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkotika. Nilai-nilai agama, kata dia, dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat terlarang.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah adalah memberikan insentif kepada para guru ngaji dan tokoh agama. Kebijakan ini berlaku bagi pemuka agama dari berbagai latar belakang.
“Peran para tokoh agama sangat penting karena mereka berada di tengah masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengajak masyarakat melakukan amar ma’ruf dan menanamkan nilai-nilai kebaikan,” katanya.
Selain itu, Gus Fawait juga mendorong lembaga pendidikan untuk memperkuat pendidikan karakter dan moral di sekolah. Ia menilai penanaman nilai keagamaan sejak dini dapat menjadi filter bagi anak-anak dan remaja.
“Kami mendorong sekolah negeri maupun swasta untuk memperkuat pendidikan moral dan agama. Anak-anak yang memiliki pondasi nilai yang kuat akan lebih mampu menolak pengaruh negatif, termasuk narkoba,” jelasnya.
Ia menambahkan, generasi muda yang aktif menimba ilmu di pesantren atau perguruan tinggi umumnya memiliki kontrol diri lebih baik. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Dari sisi ekonomi, Gus Fawait menilai peredaran narkoba tidak akan berhenti selama permintaan masih tinggi. Karena itu, menurutnya, upaya edukasi untuk menurunkan permintaan harus menjadi prioritas bersama.
“Selama permintaan terhadap narkoba masih tinggi, maka pasokan akan terus masuk. Karena itu yang harus kita putus adalah rantai permintaannya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak bisa hanya bergantung pada aparat penegak hukum.
“Satgas sekuat apa pun atau aparat keamanan sekalipun tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat. Kita harus bergerak bersama-sama, mulai dari pemerintah daerah, aparat hukum, lembaga pendidikan hingga seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Jember berharap Kecamatan Kalisat dan wilayah lainnya di Kabupaten Jember dapat terbebas dari ancaman narkoba demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar