Bupati Lamongan Buka Gebyar PAUD 2025 dan Canangkan Wajib Belajar 13 Tahun

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) menerima kalung bunga dari peserta didik PAUD sebagai simbol pembukaan Gebyar PAUD 2025 di Alun-Alun Lamongan, Selasa (24/6/2025). | Dok Foto Ho/RadarBangsa

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) menerima kalung bunga dari peserta didik PAUD sebagai simbol pembukaan Gebyar PAUD 2025 di Alun-Alun Lamongan, Selasa (24/6/2025). | Dok Foto Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Alun-Alun Lamongan, Selasa pagi (24/6/2025). Kegiatan tahunan ini menjadi ajang penting untuk mendorong peningkatan mutu layanan PAUD serta menumbuhkan kreativitas pendidik, peserta didik, dan peran aktif orang tua.

Pada kesempatan tersebut, juga dicanangkan Program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun yang terdiri atas satu tahun PAUD, enam tahun pendidikan dasar, tiga tahun pendidikan menengah pertama, dan tiga tahun pendidikan menengah atas. Program nasional ini mulai diterapkan pada tahun 2025 untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Gebyar PAUD ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita bersama dalam mencetak generasi unggul sejak usia dini. Terlebih, mulai tahun ini, program wajib belajar tiga belas tahun dimulai dari PAUD,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menambahkan bahwa investasi pada pendidikan usia dini sangat menentukan masa depan anak-anak Lamongan. “Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan. Maka pendidikan sejak dini harus benar-benar diperhatikan dan didukung semua pihak,” tegasnya.

Kabupaten Lamongan saat ini tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah lembaga PAUD terbanyak di Jawa Timur, yakni mencapai 2.344 lembaga. Hal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, mendorong kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar, serta membantu penurunan angka stunting.

“Dengan PAUD yang tersebar merata, kita ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa kecuali, mendapatkan akses layanan pendidikan yang adil dan bermutu,” lanjut Pak Yes.

Secara statistik, indikator pendidikan di Lamongan juga menunjukkan kemajuan. Pada tahun 2024, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 14,03 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 8,34 tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Lamongan juga meluncurkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan itu mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap bersaing secara global.

“Tujuh kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa bagi pembentukan karakter dan kemandirian anak-anak kita,” ungkap Pak Yes di hadapan ribuan peserta.

Gebyar PAUD 2025 diikuti lebih dari 2.500 peserta dari berbagai lembaga PAUD se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan diisi dengan beragam penampilan dan kreativitas, mulai dari pertunjukan seni, edukasi interaktif, hingga kegiatan rekreatif bersama orang tua.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kepercayaan diri anak, mempererat ikatan antara pendidik, anak, dan orang tua, serta menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan memerdekakan,” ujar salah satu guru PAUD, yang turut memandu peserta dalam sesi pentas kreasi.

Gebyar PAUD tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak, tetapi juga wujud sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam menyukseskan pendidikan anak usia dini sebagai pondasi masa depan bangsa.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PAUD Lentera Lamongan: Anak Dikenalkan Pemimpin dan Layanan Publik Sejak Dini
Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI
Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Lulus Tanpa Seremoni, SMA Al Muslim Ubah Kelulusan Jadi Aksi Nyata
Hardiknas 2026: Bupati Asahan Disorot, Janji Perbaiki Kualitas Pendidikan
Alarm Bahaya Gadget, Wabup Mimik Siapkan Wahana Belajar Tanpa Gawai di Sidoarjo
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Bupati Bangkalan Sikat Titipan Siswa, PPDB 2026 Wajib Transparan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:01 WIB

PAUD Lentera Lamongan: Anak Dikenalkan Pemimpin dan Layanan Publik Sejak Dini

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WIB

Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:10 WIB

Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:26 WIB

Lulus Tanpa Seremoni, SMA Al Muslim Ubah Kelulusan Jadi Aksi Nyata

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:14 WIB

Hardiknas 2026: Bupati Asahan Disorot, Janji Perbaiki Kualitas Pendidikan

Berita Terbaru

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melepas jemaah haji di Sidoarjo, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB