LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menerima kunjungan Peserta Didik Sespimmen Dikreg 66 Tahun 2026 dalam rangka studi lingkungan terkait Organization Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES), Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Command Center Pemkab Lamongan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas kepemimpinan strategis serta sinergi antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menerima langsung lima perwakilan peserta didik dari total 10 perwira menengah Polri yang melaksanakan studi lapangan di Lamongan. Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari stabilitas keamanan dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami berupaya menyinergikan program nasional Asta Cita, Nawa Bhakti Satya Provinsi Jawa Timur, serta 15 program prioritas Kabupaten Lamongan agar berjalan selaras. Sinergitas bersama Forkopimda, Polres, dan Kodim menjadi kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujar Yuhronur Efendi.
Ia menambahkan, situasi sosial yang aman menjadi prasyarat utama percepatan pembangunan dan pelayanan publik.
“Tanpa situasi yang kondusif dan kolaborasi yang kuat, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu kami terus menciptakan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, menjaga ketertiban masyarakat, serta memastikan setiap program benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Lamongan,” tegasnya.
Pendekatan pembangunan di Lamongan, lanjut Pak Yes, telah berkembang dari konsep pentahelix menuju multihelix dengan melibatkan lebih banyak elemen strategis masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga aparat keamanan harus bergerak bersama agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, Sabilul Alif, menyampaikan apresiasi atas penerimaan langsung oleh kepala daerah. Menurutnya, praktik tata kelola di Lamongan menjadi referensi penting bagi peserta didik Sespimmen.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ini menjadi kehormatan bagi kami karena tidak semua daerah memberikan ruang dialog langsung dengan pimpinan daerah,” ungkapnya.
Ia menilai pendekatan kolaboratif Pemkab Lamongan telah melampaui pola pentahelix.
“Pendekatan yang dilakukan di Lamongan sudah mengarah pada multihelix. Ini menunjukkan kematangan kepemimpinan daerah dalam membaca lingkungan strategis serta menjaga stabilitas pembangunan,” jelas Sabilul.
Melalui studi lingkungan ini, para peserta didik diharapkan mampu memahami praktik terbaik tata kelola organisasi, analisis lingkungan strategis, serta model sinergi pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kami berharap pengalaman di Lamongan dapat menjadi bekal bagi para peserta didik dalam merumuskan kebijakan kepolisian yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar