Bupati Mengajak Menjaga Keharmonisan Kehidupan Bermasyarakat, di Shalat Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Forkopimda menggelar Salat Idul adha 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi di depan Pendopo Trunojoyo Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang Jawa Timur, Rabu, 27/6/2026.

Dalam momentum Hari Raya Idul Adha tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengajak masyarakat memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat berkurban demi menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Khotbah Idul adha yang disampaikan Kyai Sayuti menegaskan pentingnya ketakwaan, persaudaraan, dan kebersamaan umat Islam. Ia mengingatkan bahwa seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT tanpa membedakan suku, usia, jabatan, maupun kekayaan.

Ceramah agama di sampaikan oleh KH. Nasir Sayuti Mengutip Surah Maryam ayat 56, Kyai Sayuti menjelaskan bahwa orang-orang bertakwa akan dimuliakan sebagai tamu Allah SWT pada Hari Kiamat.

Menurutnya, suasana persatuan yang tercipta saat Salat Idul Adha harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. “Inna akramakum indallahi attawakum, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa,” ujar Kyai Sayuti dalam khutbahnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terus tumbuh melalui ibadah kurban.

Idul Adha mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Mari kita jaga persatuan serta meningkatkan semangat berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban,” kata H. Slamet Junaidi.

Selain itu, Kyai Sayuti juga menjelaskan keutamaan ibadah kurban yang menjadi salah satu amalan utama pada Hari Raya Idul Adha. Hewan yang dapat dijadikan kurban di antaranya kambing, sapi, kerbau, dan unta. Ia menyebut sebagian ulama mazhab Hanafi berpendapat kurban wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi.

Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Penulis : Yak

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru