Bupati Pasuruan Kumpulkan Kades, Siaga Kekeringan di 3 Kecamatan

Jumat, 3 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat rapat antisipasi kekeringan di Lumbang, Kamis (2/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat rapat antisipasi kekeringan di Lumbang, Kamis (2/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai bergerak cepat menghadapi potensi kekeringan menjelang musim kemarau. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengumpulkan camat, kepala desa, dan kepala dusun di wilayah rawan kekeringan, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan yang digelar di Kantor Kecamatan Lumbang itu membahas langkah antisipatif agar warga tetap mendapatkan pasokan air bersih, khususnya di Kecamatan Lumbang, Winongan, dan Pasrepan.

Dalam forum tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi hadir bersama jajaran OPD terkait, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bapperida, BPBD, hingga Dinas Kesehatan. Fokus utama pembahasan adalah kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan yang kerap melanda tiap tahun.

Mas Rusdi menegaskan, pemerintah daerah harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Meski musim kemarau belum tiba, langkah antisipasi dinilai penting untuk mencegah krisis air bersih.

Ia memaparkan, strategi penanganan telah disiapkan dalam dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, pemerintah akan melakukan distribusi air bersih secara rutin ke desa-desa terdampak.

“Seluruh warga jangan sampai kesulitan air. Meski sekarang masih belum masuk musim kemarau, tapi sudah harus siap-siap,” ujar Mas Rusdi.

Ia menambahkan, solusi jangka panjang akan difokuskan pada pembangunan tandon air permanen serta pencarian sumber air potensial di sekitar wilayah terdampak.

“Kalau jangka pendek sudah pasti dropping air bersih. Kalau jangka panjang, kita cari sumber air terdekat dan bangun tandon permanen,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyebut terdapat 13 desa rawan kekeringan yang tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, lima desa di Lumbang, enam desa di Pasrepan, dan satu desa di Winongan.

Total warga terdampak mencapai lebih dari 17 ribu jiwa atau sekitar 6 ribu kepala keluarga. Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan pemerintah sangat krusial agar tidak terjadi krisis berkepanjangan.

Mas Rusdi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana kekeringan. “Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Butuh sinergitas semua pihak dalam penanganan bencana,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru