Bupati Pasuruan Luncurkan GERBANG KEMBAR, Sasar 19.857 Anak Tidak Sekolah demi Dongkrak IPM 2026

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo meluncurkan GERBANG KEMBAR di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo meluncurkan GERBANG KEMBAR di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (GERBANG KEMBAR) untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang mencapai 19.857 anak. Program prioritas 2026 itu diluncurkan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026).

Peluncuran dihadiri Wakil Bupati Shobih Asrori, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, serta jajaran kepala perangkat daerah. Momentum tersebut diperkuat penandatanganan perjanjian kinerja antara bupati dengan tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Daerah Pengendalian Penduduk dan KB, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi.

Selain itu, enam camat dari wilayah dengan angka ATS relatif tinggi—Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, dan Nguling—ikut menandatangani komitmen kinerja.

Rusdi menegaskan, GERBANG KEMBAR bukan agenda seremonial, melainkan strategi percepatan pembangunan manusia berbasis target terukur. “Setiap target harus memiliki angka. Setiap program harus berdampak dan setiap OPD wajib memberi kontribusi nyata,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026, terdapat 19.857 ATS di Kabupaten Pasuruan. Angka itu mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), maupun lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada laju peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Rusdi, selama persoalan ATS belum tertangani secara komprehensif, percepatan IPM akan berjalan lambat. Karena itu, intervensi dilakukan secara terintegrasi lintas sektor, mulai pendidikan formal dan nonformal hingga dukungan layanan kesehatan, kependudukan, dan infrastruktur dasar.

“Penanganan ATS adalah strategi utama pembangunan manusia. Kita butuh kolaborasi masif dari BPS, Kemenag, Cabang Dinas Pendidikan, OPD, kecamatan, desa, organisasi profesi, hingga media,” tegasnya.

Pemkab Pasuruan menargetkan pengurangan signifikan ATS sepanjang 2026 melalui pemetaan by name by address, pendampingan keluarga rentan, serta optimalisasi pendidikan kesetaraan. Perjanjian kinerja yang diteken menjadi instrumen akuntabilitas agar capaian program terukur dan dapat dievaluasi berkala.

Rusdi menutup dengan menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya program, melainkan perubahan konkret yang dirasakan masyarakat. “Keberhasilan kita diukur dari dampak nyata bagi warga Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru