Bupati Subandi Pastikan Izzan, Bocah Korban Luka Bakar 46 Persen, Dapat Perawatan Maksimal

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RdarBangsa.co.id – Nasib Muhammad Izzan Dwi Arifianto tak luput dari perhatian Bupati Sidoarjo H. Subandi. Bocah berusia tujuh tahun yang menjadi korban kebakaran hebat hingga mengalami luka bakar 46 persen itu kini kembali menjalani perawatan intensif di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kondisi Izzan yang harus kembali dirawat setelah perjuangannya melawan luka bakar selama setahun terakhir membuat Bupati Subandi turun langsung menjenguknya di ruang isolasi combustio RSUD R.T. Notopuro, Selasa (16/6/2026).

Dengan penuh empati, Subandi memastikan seluruh kebutuhan pengobatan dan perawatan Izzan akan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hingga bocah tersebut pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan seperti anak-anak seusianya.

“Saya pribadi sebagai pimpinan daerah sangat prihatin melihat kondisi ananda Muhammad Izzan. Mudah-mudahan dengan uluran tangan pemerintah daerah, anak usia tujuh tahun ini bisa ditangani dengan baik dan segera sembuh,” ujar Subandi.

Kisah Izzan memang menyentuh hati. Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi setahun lalu, ia tidak hanya mengalami luka bakar serius di hampir separuh tubuhnya, tetapi juga kehilangan ibu dan kakaknya dalam tragedi tersebut.

Karena itu, Subandi menegaskan penanganan medis terhadap Izzan akan dilakukan secara maksimal. Ia telah meminta jajaran RSUD R.T. Notopuro memberikan pelayanan terbaik, termasuk tindakan operasi lanjutan yang dibutuhkan untuk proses penyembuhannya.

“Saya sudah titipkan kepada Ibu Direktur agar anak ini bisa sembuh seperti teman-teman seusianya. Ini menjadi perhatian khusus Bupati agar ananda Muhammad Izzan mendapatkan perawatan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Subandi juga memberi perhatian terhadap kondisi ekonomi keluarga Izzan. Sang ayah, Mujianto, saat ini kesulitan bekerja karena harus mendampingi dan merawat putranya selama menjalani pengobatan.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Sidoarjo akan membantu mencarikan pekerjaan dengan jam kerja yang fleksibel sehingga Mujianto tetap bisa memperoleh penghasilan tanpa meninggalkan tanggung jawab merawat anaknya. Selain itu, bantuan sosial melalui Baznas Sidoarjo juga akan disalurkan.

“Nanti bapaknya kita carikan pekerjaan yang ringan dan waktunya fleksibel. Setelah bekerja bisa langsung pulang untuk merawat anaknya. Kita juga akan bantu melalui Baznas,” kata Subandi.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menangani Izzan sejak awal pascakejadian kebakaran. Berbagai tindakan medis mulai dari rawat inap, pembersihan luka hingga operasi telah dilakukan secara bertahap.

Namun, proses penyembuhan luka bakar berat memang membutuhkan waktu panjang dan penanganan berkelanjutan.

“Pasien ini sudah beberapa kali menjalani rawat inap, operasi, dan pembersihan luka. Terakhir Januari lalu datang untuk kontrol, kemudian sempat tidak melanjutkan kontrol,” jelasnya.

Menurut dr. Prima, tim medis kembali menyiapkan serangkaian tindakan operasi lanjutan untuk memperbaiki kondisi tangan dan kaki Izzan yang mengalami kontraktur atau kekakuan akibat luka bakar dan lamanya anggota tubuh tidak digerakkan.

“Kami akan melakukan pembersihan luka dan operasi pada tangan serta kaki yang mengalami kontraktur. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama karena tindakan operasinya dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Penanganan Izzan juga mendapat pengawalan khusus dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik RSUD R.T. Notopuro, dr. Ariek Desnantika, Sp.BP-RE.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh tenaga medis akan berupaya maksimal agar Izzan dapat kembali pulih dan menjalani masa kecilnya dengan lebih baik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin merawat pasien ini karena memang membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan,” pungkas dr. Prima.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru