SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Proyek pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, tengah dikebut setelah progres pekerjaannya mengalami deviasi minus 9,94 persen pada minggu ke-11.
Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek, Selasa (6/10/2026), dan meminta pelaksana segera mengejar ketertinggalan. Percepatan dilakukan dengan menerapkan minimal dua shift kerja agar target penyelesaian tidak bergeser.
Berdasarkan evaluasi per Senin (5/10/2026), realisasi fisik proyek baru mencapai 52,64 persen. Padahal, pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp1,46 miliar itu harus terus dikejar agar selesai sesuai target pada 16 Desember 2026.
“Saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” tegas Subandi.
Untuk mempercepat pekerjaan, tenaga pelaksana dibagi menjadi dua tim dengan sistem kerja 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan tahapan pembangunan tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
Subandi juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif turun ke lapangan. Koordinasi antara PPK, konsultan pengawas dan kontraktor dinilai perlu diperkuat sehingga setiap persoalan yang memicu deviasi dapat segera ditangani.
“Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga meminta kondisi air sungai tidak dijadikan alasan utama keterlambatan. Menurut Subandi, kondisi lapangan seharusnya telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan proyek.
Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Umar, mengatakan strategi percepatan telah berjalan. Sebanyak 18 pekerja dibagi menjadi dua tim dan menjalankan pekerjaan secara maraton hingga Subuh.
“Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF,” katanya.
Umar menjelaskan, keterlambatan dipengaruhi sejumlah kendala, antara lain pengiriman material baja WF, proses perakitan di workshop, akses pengangkutan, serta kondisi air sungai di area fondasi.
Meski demikian, pengecoran pile cap abutment sisi utara telah selesai dan kini memasuki tahap curing. Pekerjaan berikutnya difokuskan pada sisi selatan, dinding abutment dan pier head.
Jembatan Candinegoro memiliki panjang total 16 meter dan lebar 4 meter. Dengan pola kerja yang diperpanjang, pelaksana tetap mempertahankan target penyelesaian pada Desember 2026.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar