Cegah Nikah Dini, Lamongan Dapat Pujian dari KPAI

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PKK Lamongan memaparkan program Cegah Perkawinan Anak saat verifikasi KLA secara hybrid di Command Center Lamongan (ist)

Ketua PKK Lamongan memaparkan program Cegah Perkawinan Anak saat verifikasi KLA secara hybrid di Command Center Lamongan (ist)

LAMONGAN,RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi anak-anak dari praktik perkawinan usia dini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui inovasi program Cegah Perkawinan Anak (Cepak) yang mendapat apresiasi dari Tim Verifikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) saat proses verifikasi lapangan hybrid, Selasa (22/4/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Command Center Kabupaten Lamongan itu dilakukan secara daring melalui Zoom. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa Pemkab bersama PKK aktif menyosialisasikan bahaya perkawinan anak kepada 5.637 siswa SMP se-Kabupaten Lamongan selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kami berharap, anak-anak sudah memiliki pemahaman tentang risiko kesehatan dan dampak agama dari pernikahan dini. Ini bentuk pencegahan sejak usia remaja,” ujar Anis.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menambahkan bahwa perlindungan terhadap anak sudah menjadi prioritas sejak usia dini, termasuk saat masih dalam kandungan. Salah satu inovasi yang mendukung hal ini adalah program *1-10-100*, yang terbukti mampu menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Melalui program ini, satu orang tua asuh mendampingi sepuluh anak asuh dengan memberikan makanan bergizi selama 100 hari. Dari program ini, angka stunting di Lamongan berhasil ditekan dari 27 persen menjadi 9 persen hanya dalam waktu satu tahun,” jelas Yuhronur.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, mengapresiasi pendekatan Lamongan yang berbasis data dalam implementasi program Cepak. Ia menyebut bahwa 70 persen indikator penilaian KLA berasal dari aspek pencegahan.

“Saya apresiasi data yang dipaparkan. Data kecil ini bisa menjadi dasar kebijakan, regulasi, dan inovasi. Upaya Lamongan patut dijadikan contoh,” katanya.

Menurut Ai, penting bagi daerah untuk memiliki data by name by address agar intervensi terhadap anak yang mengalami masalah dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Profil anak seharusnya mencerminkan kondisi riil, termasuk bila ada pernikahan orang tua yang tidak tercatat. Ini akan membantu kita dalam proses mitigasi dan perlindungan ke depan,” tambahnya.

Ai juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak di seluruh wilayah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi
Prabowo Kunci Polri Tetap di Bawah Presiden, IPW: Benteng Independensi Penegakan Hukum
Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu
Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:45 WIB

Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:39 WIB

Prabowo Kunci Polri Tetap di Bawah Presiden, IPW: Benteng Independensi Penegakan Hukum

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:41 WIB

Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:13 WIB

230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:43 WIB

Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran

Berita Terbaru