LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Keselamatan warga yang menyeberangi Sungai Bengawan Solo menjadi perhatian Polsek Laren bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Laren, Kabupaten Lamongan.
Pada Jumat (11/9/2026), Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo, S.H. bersama Forkopimcam Laren menyalurkan peralatan keselamatan berupa pelampung dan rompi pengaman kepada sejumlah titik penyeberangan antardesa atau tambangan di wilayah Kecamatan Laren.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menyasar lima titik penyeberangan, yakni Tambangan Desa Godog/Desa Tejoasri, Tambangan Desa Bulutigo, Tambangan Desa Mojoasem, Tambangan Desa Pesanggrahan, dan Tambangan Desa Keduyung.
Sebanyak lima buah pelampung dan 15 rompi pengaman dibagikan dalam kegiatan tersebut. Rompi pengaman diperuntukkan bagi penumpang dan awak perahu, sedangkan pelampung ditempatkan di lokasi tambangan untuk mendukung kesiapan keselamatan saat penyeberangan berlangsung.
Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo mengatakan penyediaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari perhatian terhadap aktivitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan di Sungai Bengawan Solo.
“Keselamatan masyarakat yang menggunakan tambangan menjadi perhatian kami. Karena itu, peralatan keselamatan perlu tersedia dan dapat digunakan saat dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan penumpang maupun awak perahu ketika melakukan aktivitas penyeberangan.
“Kami berharap perlengkapan yang sudah dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh awak perahu dan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan,” tambahnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Sunadyan, S.Kom, M.M. selaku Sekretaris Kecamatan Laren yang mewakili Camat Laren. Dari unsur TNI, hadir Serda Fatkhur yang mewakili Danramil 0812/19 Laren.
Perangkat desa setempat, awak perahu, serta warga yang menggunakan jasa penyeberangan juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Penyaluran perlengkapan keselamatan dilakukan sebagai upaya mendukung kesiapan di titik-titik penyeberangan yang menghubungkan sejumlah wilayah antardesa di sepanjang Bengawan Solo.
“Peralatan keselamatan ini harus menjadi bagian dari kesiapan di setiap tambangan, sehingga masyarakat maupun awak perahu memiliki perlengkapan yang dapat digunakan dalam kondisi yang membutuhkan,” tegas Anang.
Dengan adanya lima pelampung dan 15 rompi pengaman tersebut, kesiapsiagaan keselamatan di lima lokasi penyeberangan diharapkan semakin baik. Masyarakat dan awak perahu juga diharapkan tetap memperhatikan keselamatan selama aktivitas penyeberangan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas penyeberangan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar