Cokelat Mojopahit Mojokerto: Hilirisasi Kakao Dorong Ekonomi Lokal

Selasa, 21 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Di tengah dominasi produk cokelat massal, kemunculan Cokelat Mojopahit dari Mojokerto menghadirkan model bisnis berbasis hilirisasi kakao yang berdampak langsung pada ekonomi petani dan penguatan produk lokal. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan dorongan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Berbeda dari industri makanan ringan pada umumnya, Cokelat Mojopahit justru berangkat dari sektor pariwisata desa sejak 2004. Dari sana, potensi kakao mulai dilirik sebagai komoditas strategis yang selama ini hanya dijual mentah dengan nilai rendah.

CTO Cokelat Mojopahit, Alif Wahyu Dewa, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah membangun ekosistem dari hulu dengan melibatkan petani lokal.

“Awalnya kami melihat kakao ini punya potensi besar. Kalau hanya dijual mentah, nilainya rendah. Karena itu kami dorong petani untuk mulai menanam dan mengelola kakao,” ujarnya.

Langkah tersebut berdampak langsung pada perubahan pola ekonomi masyarakat. Petani yang sebelumnya tidak menanam kakao mulai beralih, bahkan membentuk desa berbasis komoditas kakao.

Transformasi ini menjadi contoh konkret hilirisasi yang selama ini menjadi fokus kebijakan pemerintah, yakni mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri.

Titik penting terjadi pada 2018, saat fasilitas produksi mulai dibangun. Sejak itu, proses pengolahan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari fermentasi biji kakao selama lima hari, pengeringan, sortasi, hingga menjadi pasta kakao dan produk jadi.

“Proses ini menentukan kualitas. Cokelat asli itu pahit, rasa manis datang dari proses dan komposisi bahan,” jelas Alif.

Dari sisi produk, Cokelat Mojopahit memilih segmen premium dengan memproduksi cokelat jenis couverture. Produk ini berbeda dari cokelat umum di pasaran yang banyak menggunakan lemak dan gula tambahan.

Langkah ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat terkait kualitas cokelat yang dikonsumsi. Selama ini, pasar lebih didominasi cokelat imitasi atau kompon.

“Kalau couverture, bahan utamanya benar-benar kakao. Ini yang ingin kami kenalkan ke masyarakat,” tegasnya.

Dampaknya tidak hanya pada kualitas konsumsi, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi produk lokal dengan standar internasional.

Selain produksi, konsep bisnis juga diperluas ke sektor wisata edukasi. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan cokelat hingga mencoba membuat produk sendiri.

Model ini memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga edukasi publik tentang rantai produksi kakao.

“Dari awal konsepnya memang bukan sekadar pabrik. Kami ingin masyarakat memahami prosesnya dan lebih menghargai produk lokal,” katanya.

Di tengah potensi Indonesia sebagai salah satu produsen kakao dunia, tantangan terbesar masih terletak pada hilirisasi. Sebagian besar biji kakao berkualitas masih diekspor tanpa diolah di dalam negeri.

Kondisi ini membuat nilai ekonomi lebih banyak dinikmati oleh pasar luar negeri dibandingkan petani lokal.

“Sayang kalau kita hanya jadi pemasok bahan mentah. Harusnya produk terbaik juga bisa dinikmati masyarakat sendiri,” ujarnya.

Untuk mendukung distribusi, Cokelat Mojopahit juga melayani pengiriman ke berbagai daerah. Mereka menggandeng jasa logistik untuk memastikan produk sampai dalam kondisi baik.

Pendekatan ini memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional.

Dengan mengintegrasikan pertanian, industri, dan pariwisata, Cokelat Mojopahit menjadi contoh bagaimana hilirisasi dapat mendorong ekonomi daerah.

“Intinya kami mengikuti kebutuhan pasar, tapi kualitas tetap kami jaga. Itu kunci agar produk lokal bisa bersaing,” pungkas Alif.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru