Cuaca Ekstrem Ancam Pasuruan, BPBD Peringatkan Banjir dan Longsor

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat. Sabtu, 30 Mei 2026.   (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BPBD Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat. Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Warga di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

BPBD menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, cuaca panas terik yang berlangsung beberapa hari bisa mendadak berubah menjadi hujan deras berjam-jam hingga memicu banjir dan gangguan aktivitas warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan pola cuaca saat ini sangat dinamis dan berpotensi memicu bencana dalam waktu singkat.

“Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai. Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis,” kata Sugeng, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, sejumlah kejadian sudah terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut. Mulai dari pohon tumbang, rumah rusak diterjang angin kencang, hingga genangan yang mengganggu akses jalan warga.

“Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir,” ujarnya.

Sugeng mencontohkan banjir yang terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu DAS Wrati.

“Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan permukiman warga,” jelasnya.

BPBD juga meminta masyarakat mulai memeriksa saluran air, kondisi pohon besar, hingga bangunan yang sudah rapuh untuk mengurangi risiko saat cuaca ekstrem terjadi. “Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru