PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kembali menawarkan destinasi wisata berbasis potensi alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Wisata Petik Jeruk yang dikelola Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Desa Wonosari.
Hamparan kebun jeruk seluas lima hektare itu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi memetik dan menyantap buah jeruk langsung dari pohonnya. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp15 ribu untuk dapat menikmati jeruk sepuasnya di lokasi wisata.
Pengelola Wisata Petik Jeruk, Rini Supatmi mengatakan, kebun jeruk tersebut telah dikembangkan sejak lima tahun lalu. Dari ratusan pohon yang ditanam, panen perdana baru dilakukan pada tahun ketiga masa penanaman.
“Sejak tahun 2023 kemarin baru mulai panen, dan perlahan mulai kita buka untuk pengunjung yang mau ke sini,” kata Rini saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).
Selain menikmati jeruk secara langsung di area kebun, pengunjung juga dapat membawa pulang hasil panen dengan harga yang terjangkau. Jeruk yang dipetik dibanderol Rp12 ribu per kilogram.
“Kalau tiket masuknya Rp15 ribu bisa makan sepuasnya. Tapi kalau pengen bawa pulang tinggal ditimbang per kilonya hanya Rp12 ribu,” jelasnya.
Wisata petik jeruk ini tidak hanya menawarkan pengalaman berwisata, tetapi juga memperkenalkan potensi hortikultura yang dimiliki Kecamatan Tutur. Udara sejuk khas pegunungan menjadi nilai tambah yang memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Nining (45), mengaku menyukai wisata petik jeruk karena kualitas buah yang dihasilkan memiliki rasa manis dan segar. Ia mengaku menyukai varietas jeruk siem madu yang dipanen langsung dari pohonnya.
“Jeruk yang saya suka siem madu, dan manis sekali. Tinggal milih yang masak pohon dan yang belum aja,” ungkapnya.
Keberadaan Wisata Petik Jeruk KPSP Setia Kawan diharapkan semakin memperkuat potensi wisata berbasis pertanian di Kabupaten Pasuruan sekaligus menjadi alternatif destinasi keluarga yang edukatif dan terjangkau.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar