Dari Aceh Hingga Papua Tampil di Malioboro, Yogya Buktikan Jadi Rumah Budaya Indonesia

Rabu, 28 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Parade Seni Budaya Nusantara 2025 di ruang Kominfosan Balai Kota Yogyakarta bersama Kesbangpol (Dok foto Istimewa)

Konferensi pers Parade Seni Budaya Nusantara 2025 di ruang Kominfosan Balai Kota Yogyakarta bersama Kesbangpol (Dok foto Istimewa)

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kota Yogyakarta kembali menjadi panggung kebhinekaan. Parade Seni Budaya Nusantara akan digelar pada Minggu, 1 Juni 2025 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, mengambil rute dari halaman Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer. Parade yang digelar pada malam hari pukul 18.00 WIB ini akan menyuguhkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia, dengan semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Heru dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta saat konferensi pers di ruang Kominfosan Balai Kota Yogyakarta, Rabu (28/5/2025). Ia menyebut, agenda ini merupakan kali keempat diselenggarakan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021.

“Parade Seni Budaya tahun ini memasuki edisi keempat. Sejak 2021, kami konsisten mengangkat keberagaman budaya melalui kegiatan ini,” ujar Heru.

Heru menjelaskan bahwa Parade Seni Budaya Nusantara digagas sebagai wadah persatuan, interaksi, dan ekspresi lintas etnis di Kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, dan kota pendidikan. Dengan banyaknya pendatang dari berbagai latar belakang, pihaknya memandang penting untuk memperkuat semangat kebangsaan.

“Melalui parade ini, kami ingin mempererat persaudaraan antar-etnis, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menegaskan kembali Yogyakarta sebagai kota budaya yang ramah dan inklusif,” tambahnya.

Parade ini sekaligus menjadi ajang untuk mencegah potensi gesekan sosial, khususnya di wilayah urban dengan beragam latar belakang. Heru menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga sarana komunikasi antar budaya.

“Kita ingin, dari budaya, terbangun ruang komunikasi. Supaya antar-etnis bisa saling memahami, bukan malah terkotak-kotak,” imbuhnya.

Sementara itu, Wahyu selaku panitia penyelenggara menambahkan bahwa parade akan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal dari 12 kelompok etnis dan suku yang kini berdomisili di Yogyakarta. Mereka akan menampilkan seni budaya khas dari masing-masing daerah.

Daerah-daerah yang akan berpartisipasi antara lain Aceh, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, Sulawesi Utara, Maluku, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, dan etnis Tionghoa.

“Masing-masing peserta akan tampil dengan budaya khasnya, mulai dari tarian, musik tradisional, hingga kostum etnik. Ini jadi pesta budaya mini yang sangat kaya warna,” jelas Wahyu.

Meski jumlah provinsi di Indonesia ada 38, Wahyu menyebut bahwa parade tahun ini baru dapat melibatkan 12 kelompok etnis. Kendati begitu, ia optimistis kegiatan ini tetap akan membawa dampak positif, termasuk dalam mempromosikan Yogyakarta sebagai kota yang layak untuk pendidikan dan pertukaran budaya.

“Kami harap, mahasiswa atau peserta parade yang kembali ke daerah asal bisa membawa cerita positif tentang Yogyakarta, termasuk bagaimana mereka diberi ruang untuk menampilkan identitas budayanya di sini,” pungkasnya.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru