LUBUK LINGGAU, RadarBangsa.co.id – Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026), memicu perhatian serius aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Selain menelan korban jiwa, insiden di Jalur Lintas Sumatera itu juga kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi umum antarprovinsi.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi turun langsung ke RSUD Siti Aisyah untuk memastikan korban mendapatkan pelayanan medis dan pendampingan maksimal. Rumah sakit tersebut menjadi lokasi evakuasi sejumlah korban luka maupun proses identifikasi jenazah oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kehadiran Kapolres tidak sekadar simbol empati. Polisi juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak rumah sakit, petugas DVI, dan keluarga korban agar proses penanganan berjalan cepat dan tidak berbelit.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka mendalam atas musibah ini. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar AKBP Adithia.
Menurutnya, Polri juga membuka pendampingan administrasi bagi keluarga korban, termasuk membantu proses identifikasi dan pemulangan jenazah. Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga tidak kesulitan di tengah situasi darurat dan tekanan psikologis pascakecelakaan.
“Polri berkomitmen membantu kebutuhan koordinasi maupun administrasi agar proses penanganan korban berjalan lancar,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi operator angkutan umum dan kendaraan logistik yang melintasi Jalur Lintas Sumatera. Faktor kelelahan pengemudi, kondisi kendaraan, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas disebut menjadi perhatian utama untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
Kapolres mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dibanding mengejar waktu perjalanan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan memastikan kendaraan layak jalan dan pengemudi dalam kondisi prima sebelum perjalanan jauh,” pungkasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan korban dan koordinasi lanjutan. Polda Sumatera Selatan juga membuka Posko DVI serta layanan Call Center 0821-7803-8910 untuk membantu masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat tragedi tersebut.
Lainnya:
- Si Jago Merah Mengamuk di Margomulyo, Warga Berupaya Padamkan Api Sebelum Damkar Datang
- Sidak BBM Pelalawan: Antrean Mengular, Stok Kosong, Warga Menunggu
- Tumpahan Solar 10 Km Picu Kecelakaan di Bangkalan, Polisi Buru Pelaku
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin








