Dari Sampang, Gubernur Khofifah Resmi Luncurkan MAMA MAU NAIK KELAS, 60 Sekolah Madura Direvitalisasi

Selasa, 3 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.

Inisiatif tersebut disampaikan bersamaan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026).

Khofifah menegaskan, program MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan. Parameter kemajuan daerah, menurutnya, tercermin dari penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.

Program ini difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi siswa, sekaligus peningkatan angka partisipasi lulusan SMA/SMK Madura yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Sejumlah strategi disiapkan, di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pendataan potensi siswa untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Pemprov Jatim juga mendorong pelaksanaan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala, disertai analisis hasil sebagai dasar pemetaan peningkatan capaian. Kepala sekolah diminta memiliki komitmen kolektif mengantarkan lebih banyak siswa Madura menembus PTN.

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu melipatgandakan jumlah siswa diterima di PTN dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau capaian penerimaan meningkat signifikan, akan ada reward berupa revitalisasi infrastruktur yang lebih komprehensif,” ujar Khofifah.

Di sisi infrastruktur, revitalisasi mencakup 13 SMA dan 3 SMK di Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Sumenep. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp47.831.355.253.

Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus di wilayah kepulauan dan daratan Madura.

Khofifah menekankan, peningkatan mutu akademik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Lingkungan belajar yang aman dan representatif diyakini akan mendorong proses transfer ilmu lebih optimal.

Pada kesempatan yang sama, ia menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura, masing-masing Rp1 juta. Selain itu, bantuan 20 unit komputer diberikan kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paiwai menyampaikan bahwa rehabilitasi dan revitalisasi sekolah dilakukan untuk memenuhi standar sarana prasarana sesuai regulasi, sekaligus mencegah kesenjangan mutu pendidikan antara wilayah kepulauan dan daratan.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum akselerasi mutu akademik Madura melalui program MAMA MAU NAIK KELAS. Fokusnya meningkatkan jumlah dan persentase siswa SMA yang diterima di PTN melalui jalur SNBP maupun SNBT.

“Ini bagian dari percepatan transformasi pendidikan Madura agar lebih kompetitif dan berdaya saing,” kata Aries.

Khofifah menutup kegiatan dengan menegaskan pentingnya sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat dalam membangun SDM Madura. Kerja terintegrasi diyakini menjadi kunci agar Madura benar-benar naik kelas secara terukur dan berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru