Dekat dengan Pelaku UMKM, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Pentingnya Keterlekatan Sosial-Ekonomi

Sabtu, 19 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, berdialog dengan pelaku UMKM. Ia menyoroti pentingnya keterlekatan antara aspek sosial dan ekonomi dalam memperkuat usaha masyarakat. | Foto Dok Ho/RadarBangsa

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, berdialog dengan pelaku UMKM. Ia menyoroti pentingnya keterlekatan antara aspek sosial dan ekonomi dalam memperkuat usaha masyarakat. | Foto Dok Ho/RadarBangsa

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Senator asal Jawa Timur yang dikenal dekat dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Lia Istifhama, kembali menyuarakan pandangan segarnya soal strategi membangun ekonomi nasional dari akar rumput. Dalam pernyataannya pada Sabtu, (19/7/2025), Lia menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi melalui keterlekatan antara aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Bukan sekadar jargon populis, gagasan Lia berangkat dari teori “Embeddedness”, yang mengaitkan erat dinamika sosial dalam aktivitas ekonomi. Menurutnya, ketika sebuah ekosistem usaha bertumpu pada relasi sosial yang sehat dan produktif, maka keberlanjutan ekonomi bukan hal yang sulit untuk dicapai.

“Kemajuan bangsa tak lepas dari realita ekonomi yang berjalan di dalamnya. Ada sebuah teori, yaitu embeddedness, bahwa ada keterlekatan antara aspek sosial dan ekonomi. Ketika ekonomi terbangun atas kekuatan solidaritas sosial, modal sosial, maka akan terbangun resiprositas atau pertukaran dalam aktivitas ekonomi,” ujar Lia saat ditemui usai berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM di Surabaya.

Ia menjelaskan, dalam konteks ekonomi kerakyatan, hubungan sosial yang baik akan menciptakan rasa saling percaya antara pelaku usaha dan konsumennya. Ketika hubungan itu dijaga dengan nilai-nilai kebaikan, tidak menutup kemungkinan akan lahir pembelian ulang atau repeat order yang menjamin keberlangsungan usaha.

“Siapa yang menjadi konsumen sebuah produk, maka akan mendapatkan balas kebaikan dari penjual produk, disebabkan hubungan sosial di antara mereka. Dengan begitu, akan ada potensi repeat order, dan secara jangka panjang terbentuk keberlangsungan usaha antar masyarakat,” tambahnya.

Namun, keterlekatan sosial saja tidak cukup. Lia juga mengingatkan bahwa pelaku usaha harus memiliki kecerdasan adaptif terhadap perubahan zaman dan tren pasar. Di tengah era digital dan arus globalisasi, pelaku UMKM harus mampu menangkap preferensi pasar, baik lokal maupun global.

“Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana sektor usaha melek terhadap preferensi masyarakat itu sendiri, bahkan diharapkan memenuhi preferensi global. Sehingga ekonomi bangsa pun bisa masuk dan mempengaruhi pasar dunia,” tegas perempuan yang dikenal sebagai tokoh muda Nahdliyin ini.

Bagi Lia, kekuatan UMKM tidak terletak pada besar kecilnya modal, tetapi pada keberanian untuk memahami pasar dan menjalin relasi sosial yang erat. Hal inilah yang menjadi modal sosial terbesar dalam membangun ekonomi inklusif berbasis kemandirian masyarakat.

“Kita sering kali terjebak dalam pemikiran bahwa untuk besar, kita harus bersaing. Padahal dalam ekosistem yang sehat, bukan persaingan yang utama, tapi kolaborasi. UMKM harus saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Di sinilah peran solidaritas sosial menjadi penting,” katanya.

Dalam banyak kunjungan ke daerah, Lia kerap berdialog langsung dengan pengrajin, pemilik toko kecil, pelaku usaha rumahan, hingga komunitas kreatif. Dari situ ia melihat bahwa pelaku UMKM di lapangan memiliki potensi besar, namun sering kali terkendala akses pasar dan kurangnya strategi komunikasi produk yang tepat.

“Kadang produknya sudah bagus, tapi tidak tahu bagaimana mengemasnya agar diminati generasi muda. Atau punya potensi ekspor, tapi terkendala literasi digital. Ini tugas kita bersama, termasuk pemerintah dan pemangku kebijakan, untuk memastikan bahwa UMKM kita tumbuh dengan arah yang benar,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru