Demo Pupuk Subsidi di Bangkalan, Ormas Desak Plt Kadis dan Kabid Sarpras Mundur

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pertanian Bangkalan menuntut penertiban distribusi pupuk bersubsidi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pertanian Bangkalan menuntut penertiban distribusi pupuk bersubsidi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Isu penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) memicu aksi demonstrasi sejumlah organisasi masyarakat di Kabupaten Bangkalan. Massa mendatangi Kantor Dinas Pertanian Bangkalan, Senin (15/12/2025), dan menuntut Plt Kepala Dinas Pertanian serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) mundur dari jabatannya.

Aksi tersebut diikuti Lembaga Baskara Indonesia Maju, Aliansi Pengawal Program Bangkalan, dan Formades Kabupaten Bangkalan. Para pendemo membawa poster berisi tuntutan keras, di antaranya desakan agar pejabat terkait dicopot, tudingan praktik mafia distribusi pupuk bersubsidi, hingga kritik terhadap lemahnya peran penyuluh pertanian di lapangan.

Koordinator aksi, Nasirudin, menilai Dinas Pertanian Bangkalan gagal mengendalikan persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang dijual melebihi HET oleh kios maupun kelompok tani. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban produksi petani.

“Jika tidak mampu mengatasi persoalan pupuk bersubsidi yang dijual di atas HET, saya minta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kabid Sarpras mundur dari jabatannya. Ini sangat merugikan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Nasirudin di hadapan massa.

Ia juga mendesak dinas terkait turun langsung ke desa-desa untuk menertibkan dugaan permainan distribusi pupuk bersubsidi. Nasirudin mengingatkan, persoalan tersebut berpotensi memicu kelangkaan pupuk di tengah musim tanam, meski secara formal telah diawasi oleh Komisi Pengawasan Pupuk.

“Faktanya, di beberapa kecamatan masih terjadi kelangkaan pupuk. Keluhan petani terus muncul,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Baskara, Hasin. Ia menyebut kelangkaan pupuk membuat petani terpaksa membeli di luar jalur resmi dengan harga jauh di atas ketentuan.

“Pupuk ini kebutuhan utama petani. Karena langka, mereka membeli ke pengecer dengan harga mencekik. Dari harga normal sekitar Rp90 ribu per sak, dijual Rp110 ribu bahkan sampai Rp150 ribu,” ungkap Hasin.

Menanggapi tuntutan tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi telah diawasi secara terkoordinasi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) serta disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Kami melakukan pengawalan dan pembinaan penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, termasuk verifikasi dan validasi di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru