SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Proyek betonisasi Jalan Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mulai memasuki tahap pengecoran. Namun, pekerjaan jalan sepanjang sekitar 1.050 meter tersebut masih mencatat deviasi sekitar 9 persen dari rencana progres.
Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau langsung proyek tersebut, Selasa (6/10/2026). Ia meminta pelaksana dan pihak terkait mempercepat pekerjaan agar target kontrak pada 16 Desember 2026 tetap tercapai.
“Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar,” kata Subandi.
Saat berada di lokasi, Subandi mengecek kesiapan pembesian sebelum pengecoran sekaligus melihat detail konstruksi yang diterapkan pada ruas jalan dengan lebar sekitar 6 meter tersebut.
Salah satu persoalan yang sempat memengaruhi progres adalah keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di sekitar lokasi pekerjaan. Subandi meminta kendala teknis seperti itu segera diselesaikan agar tidak kembali memperlambat pelaksanaan proyek.
Ia juga menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) meningkatkan pengawasan. Menurutnya, setiap deviasi harus diketahui sejak awal sehingga penyebabnya dapat segera ditangani.
“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan,” ujarnya.
Dari sisi teknis, pembesian yang disiapkan di lokasi menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan.
Subandi meminta seluruh data konstruksi dicatat dan disiapkan secara rinci. Jenis serta ukuran besi, jarak pembesian, hingga spesifikasi beton harus dapat dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen teknis proyek.
Ruas Kebonagung–Kemasan memiliki posisi penting karena berada di kawasan yang berkembang sebagai jalur industri, perdagangan, dan permukiman. Pertumbuhan lalu lintas barang di koridor Kebonagung–Tambak Kemerakan turut menjadi faktor yang memengaruhi tingkat layanan jalan.
Pemkab Sidoarjo sebelumnya memasukkan ruas tersebut dalam program betonisasi jalan 2026. Metode betonisasi digunakan untuk menangani sejumlah ruas dengan lalu lintas dan beban kendaraan yang cukup tinggi dengan harapan daya tahan jalan meningkat.
Dengan dimulainya pengecoran, pemerintah daerah berharap progres pekerjaan dapat meningkat dalam beberapa pekan mendatang. Namun, percepatan tetap harus dibarengi pengawasan agar penyelesaian proyek tidak mengorbankan kualitas.
“Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” tegas Subandi.
Kini, pekerjaan proyek tidak hanya dituntut selesai sesuai batas waktu kontrak. Kualitas konstruksi juga menjadi perhatian agar ruas jalan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalur dalam jangka panjang.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar