MALANG, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak 4.500 santri peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 ikut menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar membuka PPSN VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (1/10) malam.
Di hadapan peserta dari berbagai daerah tersebut, Khofifah meminta santri pramuka mengambil peran sebagai kekuatan yang ikut merawat persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Santri pramuka harus menjadi pagar betis untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Khofifah.
Menurut dia, keberagaman Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, budaya, bahasa, dan keyakinan harus menjadi kekuatan untuk mempererat kehidupan berbangsa.
“Di sini kita dipertemukan dalam persaudaraan. Berbeda daerah, berbeda budaya, tetapi kita semua adalah satu bangsa, satu Indonesia,” katanya.
Khofifah juga mengaitkan pesan persatuan tersebut dengan sejarah Majapahit dan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, keberagaman membutuhkan nilai bersama agar persatuan tetap terjaga.
“Kita tidak cukup hanya menyampaikan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika harus diikat dengan Pancasila,” tegasnya.
Momentum pembukaan PPSN VI yang berlangsung pada 1 Oktober juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Khofifah berharap momentum tersebut semakin memperkuat komitmen santri pramuka dalam menjaga persatuan dan NKRI.
Selain soal kebangsaan, Khofifah mendorong peserta PPSN VI memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengusulkan gerakan penanaman pohon yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah peserta.
“Kalau pesertanya 7.000, insya Allah saya menyiapkan 7.000 pohon. Kalau pesertanya 10.000, kita siapkan 10.000 pohon,” ujarnya.
Gerakan tersebut, kata Khofifah, dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah akan menjadi bagian dari sedekah oksigen,” katanya.
Khofifah juga mengingatkan para santri agar tidak membatasi cita-cita. Menurutnya, santri memiliki kesempatan berkembang menjadi ulama, intelektual, profesional, pengusaha maupun berkarier di bidang pertahanan dan keamanan.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan PPSN VI menjadi momentum untuk membentuk santri yang tangguh, terampil, berkarakter dan memiliki akhlak kuat.
“Banyak keterampilan yang dipelajari di Pramuka. Kader Pramuka itu harus berakhlakul karimah, itulah karakter Pramuka, itulah karakter santri. Kalau ikut kepramukaan, santri pasti jadi pembaharu,” kata Nasaruddin.
PPSN VI Tahun 2026 diikuti 4.500 santri. Mereka terdiri atas 3.000 santri dari Jawa Timur dan 1.500 santri dari 33 provinsi lainnya.
Pembukaan kegiatan ditandai peluncuran Saka Amal Bakti oleh Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar. Rangkaian seremoni kemudian dilanjutkan penyiraman tunas kelapa menggunakan kendi oleh Menteri Agama, didampingi Gubernur Khofifah, Sekjen Kemenag Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Dirjen Kemenag Basnang Said dan Waka Kwarnas Asrorun Niam Sholeh.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar