Setelah Lama Berjualan di Relokasi, Pedagang Akhirnya Kembali ke Pasar Banyuwangi

Jumat, 2 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang saat mulai berjualan di Pasar Banyuwangi setelah revitalisasi dan kembali beroperasi, Kamis (1/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Pedagang saat mulai berjualan di Pasar Banyuwangi setelah revitalisasi dan kembali beroperasi, Kamis (1/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Suasana perdagangan kembali hidup di Pasar Banyuwangi setelah para pedagang mulai menempati lapak baru pada Kamis (1/10/2026). Sebanyak 560 pedagang menjadi bagian dari tahap awal pengoperasian pasar yang telah selesai direvitalisasi Kementerian PU.

Bagi pedagang yang selama pembangunan harus berjualan di lokasi relokasi, kembalinya aktivitas ke pasar menjadi momen tersendiri. Amania (65), pedagang bumbu dapur dan sayuran, mengaku lega bisa kembali berjualan di tempat yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak puluhan tahun lalu.

Perempuan tersebut mengaku telah berjualan di Pasar Banyuwangi sejak 1983. Selama proses pembangunan berlangsung, ia bersama pedagang lainnya menempati lokasi sementara di Gedung Wanita yang berada tidak jauh dari pasar.

“Alhamdulillah sudah bisa jualan lagi disini, saya sudah sejak tahun 1983 berjualan di pasar ini. Semoga pasar yang baru ini bisa kembali ramai pembelinya,” harap Amania.

Pedagang lain, Ali Imran, juga mulai menjalankan aktivitasnya di lapak khusus penjual daging sapi. Area tersebut dilengkapi fasilitas sanitasi dan saluran air bersih.

Bagi Ali, perubahan paling terasa ada pada kondisi ruang jualan yang kini lebih bersih dan terang. Ia bersama pedagang lainnya juga menyatakan kesediaan ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia.

“Tempatnya bersih, dan lebih terang. Insyaallah saya dan teman teman akan ikut menjaga kebersihan tempat ini,” ujarnya.

Pasar Banyuwangi kini tampil sebagai bangunan dua lantai dengan konsep modern yang tetap mempertahankan unsur heritage. Desainnya mengadopsi bentuk cagar budaya asli serta elemen rumah tradisional Banyuwangi.

Revitalisasi tersebut juga terhubung dengan Asrama Inggrisan yang berada di kawasan yang sama. Kedua bangunan dirancang menjadi kawasan terintegrasi yang memadukan aktivitas ekonomi masyarakat dengan wisata heritage dan edukasi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelumnya menghadiri tasyakuran yang menandai kembali beroperasinya pasar bersama ratusan pedagang. Ia meminta para pedagang menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar.

“Pasar ini telah dibangun dengan konsep baru yang lebih modern, rapi dan nyaman. Mari kita jaga kebersihan dan kerapihan semua fasilitasnya. Agar pembeli semakin betah untuk berbelanja dan menjadi daya tarik wisata baru di pusat kota Banyuwangi,” ajak Ipuk.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi Heni Sugiharti mengatakan, 560 pedagang yang masuk pada tahap pertama mulai menempati lapak masing-masing. Sebagian sudah berjualan, sementara pedagang lainnya masih memindahkan barang dari pasar sementara.

“Sesuai kesepakatan bersama, pasar mulai beroperasi pada hari ini. Untuk tahap pertama, ada 560 pedagang yang memasuki lapak masing-masing, saat ini sebagian sudah berjulan dan ada yang masih memindahkan barang dagangannya dari pasar sementara,” ujar Heni.

Setelah tahap awal tersebut, Pemkab Banyuwangi akan melakukan verifikasi dan validasi untuk mengatur pedagang berikutnya. Pemkab juga menyatakan akan mengupayakan pedagang yang belum memperoleh lapak dapat terakomodasi dengan ruang yang tersedia sesuai ketentuan.

“Kalau 560 itu kita harapkan dalam satu minggu ke depan ini semua pedagang sudah pindah ke Pasar Banyuwangi,” ujar Heni.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PBP Blawi Lamongan Kembali Terima 30 Kg Beras, BULOG Tegaskan Bantuan Harus Utuh
Gus Fawait Siapkan Layanan Kesehatan Baru, Tambang di Jember Didorong Berizin
18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot
Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana BTT untuk Bangun Lapak Semi Permanen
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pasuruan Rusdi Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah
Hari Kesaktian Pancasila di Sidoarjo, Wabup Mimik Pimpin Upacara di Alun-Alun
Khofifah Buka Peluang Kolaborasi dengan Museum Rahmat untuk Kembangkan Mpu Tantular
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Banyuwangi Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:47

Setelah Lama Berjualan di Relokasi, Pedagang Akhirnya Kembali ke Pasar Banyuwangi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:58

PBP Blawi Lamongan Kembali Terima 30 Kg Beras, BULOG Tegaskan Bantuan Harus Utuh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:47

Gus Fawait Siapkan Layanan Kesehatan Baru, Tambang di Jember Didorong Berizin

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:12

18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:20

Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana BTT untuk Bangun Lapak Semi Permanen

Berita Terbaru