LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan turun langsung memeriksa tiga proyek revitalisasi sekolah dasar pada Kamis (1/10/2026). Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi fisik pekerjaan sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan target waktu yang telah ditetapkan.
Tiga sekolah yang menjadi sasaran sidak yakni SDN Dinoyo di Kecamatan Deket, SDN Medang di Kecamatan Glagah, dan SDN Blawi di Kecamatan Karangbinangun.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar progres pekerjaan. Komisi C juga meminta pihak terkait memastikan kualitas bangunan tetap terjaga selama proses revitalisasi berlangsung.
Pengawasan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Lamongan serta kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan. Unsur pengawas, panitia, pemerintah desa, dan masyarakat juga disebut ikut memantau pelaksanaan pekerjaan.
Mewakili Ketua Komisi C DPRD Lamongan Mahfud Shodiq, anggota Fraksi Ahmad Umar Buang mengatakan pihaknya akan terus mengawal pekerjaan hingga bangunan selesai dan dapat digunakan.
“Insya’Allah tidak ada keterlambatan, rata-rata masih ada waktu dua bulan lebih. Sejauh ini semua berjalan sesuai RAB,” kata Umar Buang usai melakukan pengecekan di lapangan.
Menurut Umar, pengawasan di tingkat lokal menjadi bagian penting agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia mencontohkan SDN Blawi, di mana kepala desa dan tokoh masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemantauan.
“Peran pengawas, panitia, serta pemerintah desa ikut memantau. Seperti tadi di SDN Blawi, Kepala Desa dan tokoh masyarakat ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan revitalisasi berupa renovasi maupun refit membutuhkan perhitungan yang matang. Penggunaan anggaran, menurutnya, harus diarahkan untuk menghasilkan bangunan yang memenuhi standar dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, konsultan, kepala sekolah, komite sekolah, serta pihak lain yang terlibat diminta tidak mengabaikan RAB dan jadwal pelaksanaan.
“Kami meminta konsultan berkomitmen penuh, serta Kepala Sekolah dan komite mematuhi RAB agar proyek selesai tepat jadwal,” tegasnya.
Pengawasan terhadap tiga sekolah tersebut berlangsung di tengah besarnya program revitalisasi fasilitas pendidikan di Lamongan pada 2026.
Berdasarkan data teknis dalam bahan, sebanyak 47 satuan pendidikan dasar dan menengah di Lamongan masuk dalam daftar penerima manfaat program revitalisasi. Untuk jenjang TK hingga SMP, program tersebut mencakup 10 gedung TK/PAUD, 135 gedung SD yang tersebar di 23 satuan pendidikan, serta 93 gedung SMP pada 20 satuan pendidikan.
Sementara untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Lamongan mendapat alokasi anggaran Rp42,29 miliar dari total pagu Rp69,7 miliar untuk wilayah Lamongan-Gresik. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 51 satuan pendidikan.
Memasuki semester II 2026, puluhan satuan pendidikan dari PAUD/TK hingga SMP di Lamongan juga dilaporkan bersiap menerima anggaran lanjutan dari pemerintah pusat.
Besarnya program tersebut membuat pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan menjadi perhatian. Dinas, konsultan, kepala sekolah, komite, hingga pelaksana pekerjaan diminta memastikan proyek tetap berjalan sesuai RAB, menjaga mutu bangunan, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar