LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 150 guru peserta Retreat Bela Negara Batch 1 dan Batch 2 menerima sertifikat dalam Apel Pagi Kebangsaan di Lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026).
Penyerahan sertifikat dilakukan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd. kepada perwakilan peserta. Namun, sertifikat itu ditegaskan bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan. Para guru justru didorong membawa nilai Bela Negara ke sekolah dan meneruskannya kepada peserta didik.
Shodikin menegaskan guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Peran guru, menurutnya, tidak berhenti pada penyampaian materi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai Bela Negara seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujar Shodikin.
Pesan tersebut menempatkan para guru sebagai penggerak setelah retreat. Pengalaman selama mengikuti program tidak diharapkan berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi diterapkan dalam lingkungan sekolah masing-masing.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada kegiatan retreat saja. Apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat ditularkan kepada anak-anak didik, sehingga semangat kebangsaan dan karakter positif semakin kuat di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Kepala Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, mengapresiasi keterlibatan 150 guru tersebut. Menurutnya, partisipasi peserta dari Batch 1 dan Batch 2 menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.
“Sertifikat ini bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan, tetapi menjadi simbol komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan, khususnya di lingkungan sekolah. Guru adalah salah satu ujung tombak dalam membangun karakter generasi penerus bangsa,” ungkap Ferry.
Ferry menegaskan konsep Bela Negara tidak sebatas pertahanan secara fisik. Nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, kedisiplinan, menjaga persatuan, kepedulian sosial, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Bela Negara tidak hanya berbicara tentang pertahanan secara fisik. Bela Negara juga diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, disiplin, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.
Karena itu, 150 guru peserta Retreat Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai peserta kegiatan. Mereka didorong menjadi agen penggerak nilai-nilai kebangsaan di sekolah masing-masing.
Apel Pagi Kebangsaan dan penyerahan sertifikat tersebut sekaligus memperkuat sinergi Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter, nasionalisme, dan tanggung jawab kebangsaan.
Dengan demikian, sertifikat yang diterima 150 guru tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menerapkan semangat Bela Negara secara nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat Kabupaten Lamongan.
Editor : Zainul Arifin


















Komentar