150 Guru Lamongan Terima Sertifikat, Kini Ditantang Buktikan Bela Negara di Sekolah

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Drs. Sholikin, M.Pd. menyerahkan sertifikat kepada perwakilan peserta Retreat Bela Negara di Lapangan Dinas Pendidikan Lamongan, Senin (28/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Drs. Sholikin, M.Pd. menyerahkan sertifikat kepada perwakilan peserta Retreat Bela Negara di Lapangan Dinas Pendidikan Lamongan, Senin (28/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 150 guru peserta Retreat Bela Negara Batch 1 dan Batch 2 menerima sertifikat dalam Apel Pagi Kebangsaan di Lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026).

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd. kepada perwakilan peserta. Namun, sertifikat itu ditegaskan bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan. Para guru justru didorong membawa nilai Bela Negara ke sekolah dan meneruskannya kepada peserta didik.

Shodikin menegaskan guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Peran guru, menurutnya, tidak berhenti pada penyampaian materi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai Bela Negara seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujar Shodikin.

Pesan tersebut menempatkan para guru sebagai penggerak setelah retreat. Pengalaman selama mengikuti program tidak diharapkan berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi diterapkan dalam lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada kegiatan retreat saja. Apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat ditularkan kepada anak-anak didik, sehingga semangat kebangsaan dan karakter positif semakin kuat di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kepala Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, mengapresiasi keterlibatan 150 guru tersebut. Menurutnya, partisipasi peserta dari Batch 1 dan Batch 2 menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.

“Sertifikat ini bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan, tetapi menjadi simbol komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan, khususnya di lingkungan sekolah. Guru adalah salah satu ujung tombak dalam membangun karakter generasi penerus bangsa,” ungkap Ferry.

Ferry menegaskan konsep Bela Negara tidak sebatas pertahanan secara fisik. Nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, kedisiplinan, menjaga persatuan, kepedulian sosial, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

“Bela Negara tidak hanya berbicara tentang pertahanan secara fisik. Bela Negara juga diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, disiplin, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Karena itu, 150 guru peserta Retreat Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai peserta kegiatan. Mereka didorong menjadi agen penggerak nilai-nilai kebangsaan di sekolah masing-masing.

Apel Pagi Kebangsaan dan penyerahan sertifikat tersebut sekaligus memperkuat sinergi Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter, nasionalisme, dan tanggung jawab kebangsaan.

Dengan demikian, sertifikat yang diterima 150 guru tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menerapkan semangat Bela Negara secara nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat Kabupaten Lamongan.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator
Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil
PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi
PIP Rp1,8 Juta Tak Diterima Siswa, Dipakai Bayar Sumbangan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan
Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
Bertemu Senator Cantik Lia Istifhama, Tiga Jurnalis Cilik Dapat Pesan: Jangan Berhenti Berkarya
Turnamen Domino 101 Kodim 0824/Jember Diikuti Lebih dari 128 Peserta
33 Grup Pelajar Ramaikan Festival Gamelan Kahuripan Sidoarjo, Minat Generasi Muda Meningkat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:25

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:28

Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil

Rabu, 30 September 2026 - 13:21

PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi

Rabu, 30 September 2026 - 08:20

PIP Rp1,8 Juta Tak Diterima Siswa, Dipakai Bayar Sumbangan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan

Selasa, 29 September 2026 - 14:51

Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026

Berita Terbaru