33 Grup Pelajar Ramaikan Festival Gamelan Kahuripan Sidoarjo, Minat Generasi Muda Meningkat

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar dari berbagai jenjang mengikuti Festival Gamelan Kahuripan IV di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Pelajar dari berbagai jenjang mengikuti Festival Gamelan Kahuripan IV di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Gamelan Jawa kembali mendapat ruang di tengah perkembangan budaya digital. Sebanyak 33 grup pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA mengikuti Festival Gamelan Kahuripan IV yang digelar Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (26/9/2026).

Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun lalu, festival tersebut diikuti 23 grup. Tahun ini jumlahnya bertambah 10 grup, yang menunjukkan semakin banyak pelajar Sidoarjo tertarik mempelajari dan memainkan gamelan.

Ketua Dekesda Sidoarjo Ribut Wijoto menyebut peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan seni karawitan dan tembang di tengah perubahan zaman.

“Alhamdulillah pada tahun keempat ini peserta yang ikut lebih banyak. Artinya, minat generasi muda akan kesenian gamelan ini juga meningkat,” ujar Ribut dalam sambutannya.

Festival tahun ini mengusung tema “Gamelan untuk Meditasi: Eksplorasi Pendengaran melalui Membunyikan Gamelan Jawa”. Tema tersebut menempatkan gamelan tidak sekadar sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai media untuk mengenalkan pengalaman mendengar, merasakan, dan memahami seni tradisi kepada para pelajar.

Ribut mengatakan festival menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi gamelan sekaligus mengenal lebih dekat akar kebudayaan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa gamelan telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Karena itu, keberadaan gamelan tidak hanya berkaitan dengan identitas budaya masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dunia.

“Gamelan bukan hanya bagian dari kebudayaan kita, tetapi juga bagian dari kebudayaan dunia dan memiliki kontribusi terhadap peradaban dunia,” katanya.

Menurut Ribut, perjalanan gamelan dalam kehidupan masyarakat Nusantara juga berlangsung panjang. Dalam perkembangan Islam di Tanah Jawa, gamelan disebut turut digunakan Walisongo sebagai salah satu media pendekatan dakwah kepada masyarakat.

Di balik bunyi instrumen dan harmoni karawitan, Ribut melihat gamelan memiliki nilai filosofis mengenai hubungan manusia dengan Tuhan. Karena itu, gamelan menurutnya tidak semata-mata ditempatkan sebagai seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo mengatakan Festival Gamelan Kahuripan memiliki makna lebih luas daripada sekadar panggung pertunjukan.

Menurutnya, festival tersebut menjadi titik temu antara seni, pendidikan, masyarakat, dan generasi muda untuk memastikan kesenian tradisional tetap dipelajari serta diwariskan.

“Festival Gamelan Kahuripan ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga ajang mempertemukan seni, pendidikan, masyarakat, dan generasi muda dalam satu semangat agar kesenian tetap hidup, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan,” ujar Ridho yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi.

Ridho mengatakan proses belajar gamelan juga mengandung pendidikan karakter. Bermain secara berkelompok menuntut siswa memiliki kedisiplinan, kemampuan mendengar, menjaga harmoni, membangun kerukunan, serta memahami pentingnya kepentingan bersama.

“Warisan budaya bukan hanya menjadi peninggalan harta benda, tetapi harus terus hadir sebagai pengalaman yang dijalani. Anak-anak perlu mengenal tembang dan karawitan, belajar tentang proses, keberanian, sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas daerah kita,” katanya.

Ia menilai pengenalan budaya lokal perlu dilakukan sejak dini. Festival menjadi salah satu ruang agar siswa tidak hanya mampu tampil di depan publik, tetapi juga memahami proses, kerja sama, dan lingkungan budaya yang membentuk mereka.

“Jangan sampai anak-anak kita mengenal budaya luar, namun tidak mengenal budaya Kabupaten Sidoarjo sendiri,” tegas Ridho.

Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem kebudayaan daerah. Gamelan diharapkan tidak berhenti sebagai warisan yang sekadar dijaga, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya-karya baru.

“Jadikan gamelan sebagai sumber pelestarian dan lahirnya karya-karya baru. Mari kita maknai festival ini sebagai ikhtiar membangun generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki akar budaya yang kuat,” ujarnya.

Dengan meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun keempat, Festival Gamelan Kahuripan diharapkan terus berkembang menjadi ruang bagi generasi muda Sidoarjo untuk mengenal, memainkan, mengembangkan, sekaligus menjaga keberlanjutan seni karawitan dan tembang di tengah perubahan zaman.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator
Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil
200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026
PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi
APBD 2027 dan Pariwisata 2040 Jadi Agenda Paripurna DPRD Kabupaten Blitar
Pompa Sidokare Naik Jadi 1.200 Liter per Detik, Sidoarjo Kejar Kesiapan Musim Hujan
PIP Rp1,8 Juta Tak Diterima Siswa, Dipakai Bayar Sumbangan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:25

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:28

Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil

Rabu, 30 September 2026 - 20:27

200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak

Rabu, 30 September 2026 - 19:20

Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 13:21

PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi

Berita Terbaru