LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp1,8 juta yang diterima siswa SMA Negeri 1 Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, disebut digunakan seluruhnya untuk membayar sumbangan sekolah.
Keluhan itu disampaikan seorang wali siswa kelas XI kepada wartawan, Selasa (29/9/2026). Ia mengaku dana yang semestinya dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak tersebut tidak diterima karena dialokasikan untuk pembayaran sumbangan melalui komite sekolah.
“Dengan permintaan tersebut, saya masih punya tunggakan bayar sumbangan sebesar Rp200 ribu, karena yang Rp1,8 juta diambilkan semua dari PIP. Jadi kami gak nerima sisa apa-apa,” ujarnya.
Menurut wali siswa tersebut, sebelumnya pihak sekolah menyampaikan besaran sumbangan sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta. Namun, belakangan nominal yang disebutkan turun menjadi Rp2 juta.
Kondisi itu dinilai semakin memberatkan karena keluarga siswa telah menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa kepada pihak sekolah dengan harapan memperoleh keringanan.
“Saya sudah menyerahkan SKTM dan berharap mendapat keringanan. Tapi dengan adanya besaran pungutan seperti ini, saya berpikir seolah-olah surat dari desa itu tidak berlaku,” ungkapnya.
Wali siswa juga mempertanyakan alasan dana PIP tidak diberikan kepada orang tua. Menurut informasi yang diterimanya, pihak sekolah khawatir dana bantuan tersebut apabila diberikan kepada orang tua justru digunakan untuk kebutuhan lain.
Ia meminta penggunaan dana dan penarikan sumbangan dijelaskan secara terbuka agar wali siswa mengetahui peruntukannya.
“Harusnya kami juga bertanya untuk apa saja uang kami itu? Berapa kegunaannya? Kalaupun untuk uang gedung, mana bangunannya? Maka dalam hal ini, komite maupun pihak sekolah harus jelas dan transparan,” tegasnya.
Ia berharap sekolah dan komite memberikan penjelasan mengenai dasar penarikan sumbangan, penggunaan dana, serta mekanisme penyaluran bantuan PIP kepada siswa penerima.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kembangbahu, Yanto Hermawan, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan instan maupun sambungan telepon seluler.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar