Bertemu Senator Cantik Lia Istifhama, Tiga Jurnalis Cilik Dapat Pesan: Jangan Berhenti Berkarya

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, saat mewawancarai Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama atau Ning Lia. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, saat mewawancarai Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama atau Ning Lia. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, mendapat pengalaman berbeda ketika berkesempatan mewawancarai Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia.

Naura Qonita Aulia Z., Aisyah Nabila Azzahra R., dan Michelle Alesha Hermawan bergantian mengajukan pertanyaan kepada Ning Lia. Mulai dari cita-cita masa kecil, pelajaran favorit, hobi, hingga alasan memilih jalan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana wawancara berlangsung cair. Ning Lia menjawab pertanyaan para jurnalis cilik dengan bahasa sederhana sembari mengenang masa kecilnya.

Ia mengaku pernah memiliki berbagai cita-cita, mulai dari dokter karena ingin membantu orang lain hingga guru agar dapat mengajar.

“Banyak sekali cita-cita. Intinya pekerjaan-pekerjaan yang membuat kita bisa menolong dan memberikan manfaat kepada orang lain,” tutur Ning Lia.

Keinginan menjadi anggota dewan juga pernah muncul. Salah satu alasannya karena pekerjaan tersebut memungkinkan dirinya bertemu banyak orang sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Menurut Ning Lia, menjadi wakil masyarakat bukan sebatas hadir dalam kegiatan formal. Ada tanggung jawab untuk mendengar aspirasi dan bersama masyarakat mencari jalan keluar.

“Kita bisa mendengarkan orang lain, mengetahui persoalan mereka, kemudian bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Pertanyaan para jurnalis cilik kemudian membawa perbincangan pada masa sekolah Ning Lia. Ia mengaku menyukai matematika karena pelajaran tersebut membuat seseorang terbiasa berpikir dan mencari strategi untuk memecahkan persoalan.

Membaca juga menjadi salah satu kegemarannya. Dari pengalaman tersebut, Ning Lia berpesan kepada Naura, Aisyah, dan Michelle agar tidak berhenti membaca dan belajar.

Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar menjadi modal penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menemukan potensi diri.

Ning Lia juga mengapresiasi keberanian ketiga siswa tersebut yang mulai belajar menjadi jurnalis sejak usia sekolah dasar.

“Contohnya kalian sebagai jurnalis dari Muhammadiyah. Kalian bisa mewawancarai orang, belajar berkomunikasi, memberikan senyuman kepada orang lain. Itu juga merupakan sebuah kontribusi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kontribusi kepada bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui dunia politik. Anak-anak dapat mengambil peran melalui pendidikan, prestasi, dan karya sesuai kemampuan masing-masing.

“Jadilah anak yang pintar, suka belajar. Nanti kalau sudah besar, kalian bisa mengharumkan nama bangsa dengan karya dan prestasi. Banyak yang bisa kalian berikan untuk negara ini, tidak harus melalui kancah politik,” pesannya.

Secara khusus, Ning Lia memberikan tiga pesan kepada para jurnalis cilik, yakni gemar membaca dan belajar, menghormati orang tua serta guru, dan terus bersemangat menghasilkan karya.

“Kepada anak-anak hebat, jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Surabaya, jadilah anak-anak yang suka membaca, suka belajar, selalu menghormati orang tua dan guru kalian. Kemudian teruslah bersemangat membangun karya,” ujarnya.

Menurut Ning Lia, karya tidak harus selalu besar. Tulisan sederhana mengenai lingkungan sekolah, keluarga, ataupun kejadian sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk belajar memberikan manfaat.

“Kami para orang tua menunggu karya-karya kalian. Karya itu tidak harus besar. Karya sederhana saja, misalnya kalian menulis tentang apa pun yang ada di sekitar kalian,” imbuhnya.

Menutup wawancara, Ning Lia mengingatkan anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi pribadi tangguh dan tidak mudah menyerah.

“Jadilah pribadi yang tangguh. Jangan pernah merasa sendiri karena kalian memiliki orang tua, teman dan keluarga yang selalu menyayangi serta mendoakan kalian. Teruslah bersemangat membangun karya,” pungkas Ning Lia.

Bagi Naura, Aisyah, dan Michelle, wawancara tersebut menjadi pengalaman berharga. Selain berlatih bertanya kepada narasumber, mereka mendapat pesan bahwa kebiasaan membaca, menulis, dan keberanian berkarya dapat menjadi langkah awal untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator
Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil
PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi
PIP Rp1,8 Juta Tak Diterima Siswa, Dipakai Bayar Sumbangan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan
Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
150 Guru Lamongan Terima Sertifikat, Kini Ditantang Buktikan Bela Negara di Sekolah
Turnamen Domino 101 Kodim 0824/Jember Diikuti Lebih dari 128 Peserta
33 Grup Pelajar Ramaikan Festival Gamelan Kahuripan Sidoarjo, Minat Generasi Muda Meningkat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:25

112 Peserta Bangkalan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada Las hingga Content Creator

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:28

Empat Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Patroli Polsek Laren, Orang Tua dan Guru Dipanggil

Rabu, 30 September 2026 - 13:21

PIP Rp1,8 Juta Siswa SMAN Kembangbahu Lamongan Disebut untuk Sumbangan Rp2 Juta, DPRD Jatim Bereaksi

Rabu, 30 September 2026 - 08:20

PIP Rp1,8 Juta Tak Diterima Siswa, Dipakai Bayar Sumbangan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan

Selasa, 29 September 2026 - 14:51

Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026

Berita Terbaru