Di Mojokerto, Khofifah Salurkan Bansos Rp5 Miliar untuk Tekan Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial

Jumat, 27 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bansos kepada masyarakat Mojokerto di Pendopo Graha Majatama, Kamis (26/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bansos kepada masyarakat Mojokerto di Pendopo Graha Majatama, Kamis (26/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp5.008.400.000 kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto melalui program Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Graha Majatama, Kamis (26/2). Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan sekaligus pengurangan ketimpangan sosial di wilayah Jawa Timur.

Program ini dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto, menghadirkan suasana humanis dalam penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat.

“Penyaluran bansos ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan perlindungan sosial berjalan optimal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis data terpadu,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, kebijakan bantuan sosial tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan sebagai penguatan kemandirian ekonomi masyarakat rentan.

“Kami sangat berharap bantuan ini tepat sasaran dan tepat manfaat. Artinya, benar-benar diterima oleh yang berhak serta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Dari total bantuan yang disalurkan, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp2.766.000.000 bagi 1.383 keluarga penerima manfaat. Program ini menyasar lansia miskin dan kelompok rentan sebagai bagian dari perlindungan sosial daerah.

Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) diberikan kepada 97 penerima dengan total Rp349.200.000. Pemerintah Provinsi juga menyalurkan KIP PPKS Jawara sebesar Rp36.000.000 bagi 12 penerima manfaat serta bantuan permakaman LKS Lanjut Usia sebesar Rp45.750.000 kepada 10 penerima.

Khofifah menekankan bahwa keberadaan pilar sosial menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran di lapangan.

“Matur nuwun panjenengan semua yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan sosial. Dedikasi panjenengan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jatim turut memberikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan tali asih kepada 137 pilar sosial yang terdiri atas SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana dengan total Rp282.000.000.

Selain bansos reguler, Pemprov Jatim menyalurkan zakat produktif dari BUMD senilai Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai modal penguatan usaha mikro masyarakat.

Pada saat yang sama, bantuan pemberdayaan desa juga digelontorkan melalui berbagai perangkat daerah. Dinas PMD Jatim menyalurkan bantuan BUMDesa Rp200.000.000 untuk dua desa, bantuan Desa Berdaya Rp200.000.000, serta Program Jatim Puspa sebesar Rp349.450.000.

Dukungan tambahan diberikan melalui bantuan keuangan desa dari Dinas PU Bina Marga sebesar Rp250.000.000, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp200.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp350.000.000 guna memperkuat infrastruktur, potensi wisata, dan ketahanan ekonomi lokal.

“Adapula bantuan keuangan yang sifatnya pemberdayaan desa. Biasanya dari Dinas PMD, namun hari ini mendapat tambahan dari Dinas PU Bina Marga, Disbudpar, serta Dinas Pertanian Jatim untuk memperkuat ekonomi berbasis desa,” jelasnya.

Menurut Khofifah, pembangunan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar kelompok rentan tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu, sehingga secara bertahap mereka dapat mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat Mojokerto melalui berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Mojokerto, kami mengucapkan terima kasih atas bansos yang diberikan, mulai bantuan lansia, disabilitas hingga pemberdayaan seperti KIP Jawara. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami,” ujarnya.

Menutup kegiatan tersebut, Khofifah kembali menegaskan bahwa bansos bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“InsyaAllah ikhtiar ini menjadi penguat bantalan sosial masyarakat Jawa Timur. Harapan kami, masyarakat semakin sejahtera, desa semakin berdaya, dan kemiskinan dapat ditekan secara bertahap,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru