Di Tengah Keluhan Harga Tebu, Lamongan Kantongi Jatah 1.385 Hektar Program Bongkar Ratoon

Sabtu, 20 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri panen tebu serentak dalam Program Bongkar Ratoon Tebu di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri panen tebu serentak dalam Program Bongkar Ratoon Tebu di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mendapat alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu dari pemerintah pusat seluas 1.385 hektar pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada gula nasional yang digagas Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan hingga pertengahan Juni 2025 pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 940,18 hektar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian. Dengan demikian, masih tersedia sekitar 444 hektar lahan yang dapat diajukan petani tebu untuk memperoleh bantuan program tersebut.

“Di Kabupaten Lamongan, tahun ini kita mendapatkan jatah untuk mencarikan lahan Bongkar Ratoon 1.385 hektar. Sampai hari ini kami sudah mengirim usulan seluas 940,18 hektar. Masih ada sekitar 444 hektar yang bisa diusulkan,” kata Mugito.

Menurutnya, petani yang mengikuti program akan memperoleh bantuan 60 ribu mata tunas per hektar. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan biaya tenaga kerja atau hari orang kerja (HOK) sekitar Rp4 juta per hektar dengan batas maksimal bantuan hingga lima hektar lahan.

Program Bongkar Ratoon merupakan salah satu strategi peningkatan produktivitas tebu melalui peremajaan tanaman. Pada 2025, Lamongan juga menerima bantuan program serupa untuk lahan seluas 274,26 hektar yang panennya dilaksanakan serentak bersama daerah lain di Jawa Timur pada Kamis, 18 Juni 2025.

Meski produksi tebu Lamongan pada 2025 mencapai 23.318 ton, sejumlah petani menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi. Saat menghadiri panen raya di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima aspirasi petani terkait rendahnya harga jual tebu yang dinilai kurang menguntungkan dibanding komoditas lain, seperti jagung.

Petani juga menyoroti kebutuhan sarana modernisasi pertanian untuk menjaga kualitas rendemen tebu serta dukungan subsidi pupuk. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap minat petani untuk mempertahankan lahan tebu.

Menanggapi hal itu, Yuhronur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi kebutuhan petani guna mendukung keberhasilan program swasembada gula. “Kami akan mendorong dengan berbagai fasilitas yang ada dan berbagai kebutuhan untuk menyukseskan swasembada gula. Mari bersama-sama berkomitmen agar program ini berjalan baik dan menghasilkan capaian yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru