Diduga Keracunan, Belasan Siswa SMAN 2 Lamongan Jalani Perawatan

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMAN 2 Lamongan dilarikan ke RSI Nashrul Ummah usai mengalami gejala mual dan muntah diduga akibat keracunan makanan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/Radarbangsa.co.id)

Pelajar SMAN 2 Lamongan dilarikan ke RSI Nashrul Ummah usai mengalami gejala mual dan muntah diduga akibat keracunan makanan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/Radarbangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Belasan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lamongan harus dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah pada Rabu (17/9/2025) setelah mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah. Diduga, keluhan itu muncul usai mereka mengonsumsi jajanan sekolah maupun paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga sore hari, tercatat sepuluh siswa mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah, karena beberapa pelajar lain mulai melaporkan gejala serupa. Para korban dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil maupun sepeda motor oleh guru dan orang tua mereka.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sejumlah siswa tampak lemas dan terus muntah-muntah. Kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah karena terjadi hampir bersamaan pada lebih dari satu siswa.

Salah satu guru SMAN 2 Lamongan, Anggraeni, mengungkapkan kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB ketika beberapa siswa mulai mengeluhkan kondisi fisik yang tidak normal.

“Anak-anak bilang pusing, mual, sampai muntah. Kami langsung membawa mereka ke rumah sakit. Ada tujuh anak di RSI Nashrul Ummah, satu dibawa ke Permata Hati, dan dua lainnya sudah dijemput orang tua,” jelas Anggraeni saat ditemui di depan rumah sakit.

Menurut keterangan Anggraeni, sebelum jatuh sakit para siswa sempat mengonsumsi beragam makanan. Ada yang membeli di kantin, ada yang dari koperasi sekolah, dan sebagian lainnya memakan paket MBG.

“Ketika kami tanyai, jawabannya berbeda-beda. Ada yang jajan di kantin, ada yang beli di koperasi, ada juga yang dapat jatah dari MBG,” ujarnya.

Sejumlah pelajar kini masih menjalani perawatan intensif di IGD. Namun pihak sekolah menyebut kondisi mereka sudah menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah sekarang sudah ditangani dengan baik, anak-anak sudah tidak mual, tidak muntah, dan tidak melilit lagi. Mudah-mudahan segera pulih,” kata Anggraeni menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu keterangan resmi tenaga medis terkait penyebab pasti keracunan massal tersebut. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan, namun hasil pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan penyebab utama.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa. Selain menunggu hasil medis, evaluasi terkait kebersihan dan keamanan makanan di lingkungan sekolah dipastikan akan menjadi langkah lanjutan

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar
Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar
Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar
Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif
ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas
Tak Sekadar Seremoni, Pemkab Bangkalan Bergerak Nyata Jaga Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup
33 Desa di Pasuruan Jadi Destana, Warga Diminta Siaga Hadapi Bencana
Limbah Tahu Cemari Sungai Jombang Lebih dari 10 Tahun, Warga Desak IPAL Segera Dituntaskan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:06 WIB

Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:59 WIB

Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:15 WIB

ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas

Berita Terbaru