SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Implementasi SIGAP (Sistem Informasi Geospasial Pertanian), Kamis (23/7/2026). Forum ini menjadi langkah awal memperkuat penerapan sistem pertanian berbasis data dan teknologi informasi guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat.
FGD berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Jalan Pahlawan KM 2, mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan dihadiri perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah, akademisi, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani dan kelompok ternak.
Peserta berasal dari Bappeda, Bagian Organisasi Setda, Dinas PUPR, Dinas PMD, Diskominfo, Kantor Pertanahan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), penyuluh pertanian, Poktan, Gapoktan, serta Tim SIGAP.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T., berharap implementasi SIGAP dapat menjadi solusi dalam pengembangan pertanian modern di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, pemanfaatan teknologi geospasial akan membantu penyusunan data pertanian yang lebih akurat dan terintegrasi.
“Kami berharap SIGAP menjadi solusi dalam mewujudkan pertanian modern di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian, Toni, menambahkan bahwa SIGAP dirancang agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi sektor pertanian melalui perangkat digital.
“Melalui SIGAP, masyarakat nantinya dapat melihat informasi luas lahan pertanian, alat dan mesin pertanian, serta berbagai data pendukung lainnya cukup melalui telepon genggam,” jelasnya.
Implementasi SIGAP diharapkan meningkatkan kualitas pengelolaan data pertanian sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berbasis teknologi bagi masyarakat maupun para pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Penulis : Rino
Editor : Zainul Arifin


















Komentar