Dinkes Banyuwangi Ingatkan Bahaya HIV di Era Prostitusi Digital

Jumat, 10 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dok Ho Ilustrasi AI

Foto Dok Ho Ilustrasi AI

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi perhatian serius. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Oktober 2025 menunjukkan hampir separuh pengidap HIV/AIDS di daerah ujung timur Jawa ini berasal dari praktik prostitusi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan kelompok terbesar penyumbang kasus berasal dari pelanggan pekerja seks (31,1 persen) dan pekerja seks perempuan (15,1 persen).

“Jika digabungkan, artinya hampir separuh pengidap HIV/AIDS muncul dari kegiatan tersebut,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Berdasarkan data resmi, sepanjang tahun ini tercatat 289 kasus HIV dan 95 kasus AIDS, dengan jumlah kematian mencapai 95 orang. Selain kelompok prostitusi, penularan juga ditemukan pada lelaki seks dengan lelaki (23,7 persen), pasangan berisiko tinggi (16,1 persen), pasangan orang dengan HIV (10,8 persen), waria (2,2 persen), serta pengguna narkoba suntik (1,1 persen).

Amir menilai pergeseran pola prostitusi menjadi faktor penting dalam penyebaran. Jika sebelumnya transaksi terjadi di lokalisasi, kini banyak layanan berpindah ke platform digital.

“Sekarang mereka lebih berani menawarkan diri lewat media sosial, seperti Facebook dan aplikasi Michat,” kata Amir.

Dalam tiga tahun terakhir, tren HIV/AIDS di Banyuwangi mengalami pasang surut. Pada 2023, tercatat 544 kasus HIV dan 184 kasus AIDS, namun kematian hanya 14 orang. Setahun berikutnya, jumlah kasus menurun menjadi 463 HIV dan 43 AIDS, tetapi angka kematian justru melonjak menjadi 56 orang.

Sementara pada 2025, hingga Oktober sudah tercatat 289 kasus HIV, 95 AIDS, dan 95 kematian.

“Tahun 2023 paling tinggi kasus HIV, tapi kematian menurun karena pengobatan langsung kami berikan. Tahun 2024 menurun, tapi kematian naik karena banyak yang tidak patuh minum obat,” jelas Amir.

Untuk menekan penyebaran sekaligus mengurangi angka kematian, Dinkes Banyuwangi menerapkan tiga strategi utama. Pertama, deteksi dini melalui tes HIV di puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga lapas. Kedua, program Same-Day ART, yakni pasien langsung mendapat terapi antiretroviral (ARV) pada hari hasil tes keluar. Ketiga, pemantauan rutin seperti pemeriksaan viral load dan penanganan infeksi penyerta, terutama tuberkulosis.

Selain itu, Dinkes membentuk tim pelacak pasien putus obat agar mereka kembali menjalani pengobatan. Edukasi pencegahan juga terus digencarkan melalui pendekatan ABCDE: Abstinence (tidak seks berisiko), Be Faithful (setia pada pasangan), Condom, Drug No, dan Education.

“Edukasi ke kelompok berisiko akan terus dimasifkan, sementara penanganan medis kami intensifkan,” tegas Amir.

Amir menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama menekan penyebaran HIV/AIDS, terutama generasi muda yang aktif di dunia digital.

“Pencegahan dimulai dari kesadaran. Jangan mudah tergiur praktik seks bebas atau layanan online yang berisiko tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Sumber Berita: beritalima

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru