JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait langsung memberi tantangan kepada jajaran Direksi Perumdam Tirta Pandalungan yang baru dilantik. Mereka diminta menyiapkan terobosan dan kebijakan strategis dalam waktu dua minggu sebagai langkah awal pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait usai melantik Dewan Pengawas BUMD dan Direksi Perumdam Tirta Pandalungan periode 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (20/7/2026). Menurutnya, kepengurusan baru harus segera menunjukkan arah perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Ardani Yusuf resmi menjabat Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan. Ia didampingi Rofiih sebagai Direktur Umum dan Rendra Wirawan sebagai Direktur Teknis. Pada kesempatan yang sama, enam anggota Dewan Pengawas BUMD juga dikukuhkan, yakni Evi Lestari, Agus Nur Yasin, Gatot Triyono, Mudahar Abusiri, Yudi Hartono, dan Danang Andriasmara.
Gus Fawait menilai susunan kepengurusan baru tersebut memiliki kombinasi yang kuat. Menurutnya, keberadaan tenaga profesional yang memahami aspek teknis dipadukan dengan figur berlatar belakang aktivis dapat melahirkan gagasan yang lebih inovatif.
“Saya melihat komposisi hari ini sangat ideal. Ada profesional yang memahami bidangnya, ada juga aktivis yang terbiasa berpikir out of the box. Dengan kombinasi ini saya optimistis BUMD kita akan mampu menghadirkan perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan BUMD harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah. Perusahaan daerah tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengaitkan target tersebut dengan capaian Pemkab Jember yang berhasil meningkatkan PAD hingga menembus Rp1 triliun pada 2025 atau naik sekitar 32 persen dibanding tahun sebelumnya.
“BUMD itu bukan hanya soal PAD. Fungsi utamanya adalah menjadi pengungkit ekonomi daerah sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah. Dua fungsi ini harus berjalan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta direksi dan dewan pengawas segera menyusun program kerja yang terukur. Fokus utamanya adalah menghadirkan inovasi yang tidak bergantung pada suntikan modal besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya tunggu terobosan kreatif yang memanfaatkan sumber pendanaan sesuai aturan, bukan kebijakan yang meminta anggaran besar dari APBD. Jika ada kebijakan out of the box yang memicu perbedaan pandangan di awal, tidak usah takut. Yang penting buktikan dengan kerja, kerja, dan kerja,” pungkasnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar