Diversifikasi Pertanian, Lamongan Dorong Budidaya Bawang Merah untuk Ketahanan Pangan

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kecamatan Sukorame, Rabu (10/9). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kecamatan Sukorame, Rabu (10/9). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong diversifikasi pertanian guna memperkuat ketahanan pangan. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui panen raya bawang merah yang digelar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forkopimda di Desa Sukorame, Kecamatan Sukorame, Rabu (10/9).

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa pertanian di Lamongan tidak hanya bergantung pada padi atau tembakau. Budidaya bawang merah dinilai sebagai opsi strategis dalam menjaga pasokan pangan sekaligus menekan angka inflasi.

“Di Kabupaten Lamongan tidak hanya bisa membudidayakan padi atau tembakau. Tetapi komoditas bawang merah juga bisa dibudidayakan untuk menjaga ketahanan pangan,” ujar Pak Yes.

Ia menambahkan, bawang merah masuk tiga besar komoditas bahan pokok yang sering mengalami fluktuasi harga. Dengan memperluas budidaya, diharapkan stabilitas pasokan dan harga lebih terjaga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2025 terdapat 64 hektar lahan bawang merah yang sudah dipanen dengan varietas bauji. Hasil panen tersebut dinilai memiliki kualitas baik dan mulai menyebar ke sejumlah kecamatan di luar wilayah selatan Lamongan.

“Bawang merah di Lamongan tidak hanya ditanam di wilayah selatan saja, melainkan ada beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Sekaran, Kecamatan Babat, dan lainnya,” jelas Mugito.

Ia menambahkan, budidaya bawang merah menawarkan keuntungan ganda bagi petani. Selain memiliki harga jual tinggi, tanaman ini relatif hemat air dan jarang terserang organisme pengganggu tanaman (OPT). Kondisi tersebut membuat komoditas ini semakin diminati untuk dikembangkan.

Sebagai bentuk dorongan nyata, Pemkab Lamongan turut menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Sukorame. Bantuan tersebut mencakup combine harvester padi, benih bawang merah, cultivator, pompa air, alat perajang tembakau, handtraktor rotary, hingga pembangunan jalan usaha tani.

Bantuan ini diharapkan memperkuat produktivitas petani sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lapangan. Menurut Bupati Yuhronur, pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Budidaya bawang merah bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga peluang ekonomi bagi petani Lamongan. Kalau kita bisa memperluasnya, maka inflasi terkendali, pangan terjaga, dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” tegas Pak Yes.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB